Erika Jayne angkat bicara menanggapi gugatan senilai $18 juta atau sekitar Rp 290 miliar yang diajukan oleh desainer busana Chris Psaila.

Dalam dokumen hukum yang diperoleh TMZ, bintang 'Real Housewives of Beverly Hills' yang bernama asli Erika Girardi itu membantah semua tuduhan dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam skema untuk menjatuhkan Psaila.

>>> Orang Tua Kenzie 'Love Island' Bela Putrinya: Dia Tipe Satu Pria

Psaila, pemilik merek Marco Marco, menuduh Erika melaporkan secara palsu kepada Secret Service bahwa ia menyalahgunakan kartu kreditnya dan melakukan transaksi curang sekitar $800.000 pada 2015 dan 2016.

Erika menegaskan tidak pernah dengan sengaja berbohong kepada Secret Service. Ia hanya menyampaikan kekhawatiran tentang sejumlah transaksi setelah kesulitan mendapatkan tanda terima dari Psaila.

Ia meminta pengadilan untuk menolak gugatan tersebut secara keseluruhan.

>>> Daftar Harga Xiaomi 15, 14, 13, dan 12 Terbaru Juli 2026, Baru dan Second

Psaila mengklaim insiden itu menyebabkan tekanan emosional serta merusak bisnis dan reputasinya, sehingga ia menuntut ganti rugi sekitar $18 juta.

Saat gugatan pertama kali diajukan, pengacara Erika, Evan Borges, mengatakan kepada TMZ bahwa klaim Psaila sama sekali tidak berdasar.

>>> Putri Mitch McConnell Nonaktifkan Akun X di Tengah Misteri Kesehatannya

"Jaksa federal independen di Kantor Kejaksaan AS yang memutuskan untuk menuntut penggugat, bukan orang lain. Gagasan bahwa Erika mengendalikan Pemerintah AS atau American Express adalah fantasi," ujar Borges.