Pemerintah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, menyiapkan 1.000 siswa untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (8/7).

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi mengatakan siswa yang dikerahkan berasal dari tingkat SD dan SMP.

>>> Kukuhkan Angkatan Pertama PPDS, Rektor Unusa: Jangan Bangun Budaya Perundungan

Rencana ini tetap berjalan meski Prabowo sebelumnya meminta kepala daerah tidak mengerahkan siswa untuk penyambutan saat kunjungan kerja.

Pernyataan itu disampaikan presiden saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul pada 19 November 2025.

Mustadi mengaku pihaknya sadar akan imbauan tersebut. Namun, Pemkab Sleman mengikuti instruksi dari Sekretariat Presiden (Setpres).

"Saya tidak tahu (dasar penyambutan), tapi kenyataannya dari Sekretariat Presiden seperti itu, dari kemarin seperti itu," kata Mustadi.

Ia menambahkan, Bupati Sleman telah memerintahkan persiapan sejak malam sebelumnya. Dinas Pendidikan bersama organisasi perangkat daerah terkait langsung bergerak.

Seribu siswa akan ditempatkan di pintu keluar Bandara Adisutjipto, Sleman. Mereka dibagi dalam dua sif untuk menyambut dan melepas kedua pemimpin negara.

>>> Surabaya dan Bandung Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026

Sebanyak 500 siswa pertama akan menyambut kedatangan Prabowo-Modi sebelum menuju Candi Prambanan sekitar pukul 10.00 WIB.

Sisa 500 siswa lainnya akan berada di lokasi saat Prabowo-Modi kembali ke bandara sekitar pukul 12.00 WIB.

Para siswa direncanakan mengenakan busana adat Jawa saat penyambutan.

Masa Libur Sekolah

Mustadi menyadari penyambutan ini bertepatan dengan masa liburan sekolah. Meski demikian, pemkab merasa wajib melaksanakan instruksi dari pusat.

"Ya prinsipnya karena itu satu memang dari instruksi dari atas, kemudian pemda menyambut baik dengan perintah itu ya memang harus kita kondisikan.

>>> Orang Tua di Indonesia Makin Gencar Kenalkan Bahasa Asing pada Anak Sejak Dini

Jadi harus kita kondisikan dengan korwil, dengan kepala sekolah, dengan pengawas, biar kita bisa laksanakan," ujarnya.