Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Melalui program ini, KOI bertekad memperkuat integrasi pembinaan atlet sejak usia muda, tata kelola yang baik, pendanaan olahraga, pemasaran olahraga, serta peran dunia akademik sebagai pusat pembibitan dan pengembangan atlet.

>>> Changan Deepal S05 Masih Diimpor dari Thailand, Tunggu Pabrik Lokal

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Amerika Serikat menjadi salah satu rujukan pembinaan olahraga karena konsisten menempati tiga besar klasemen Olimpiade.

"Indonesia bangsa besar dengan 280 juta penduduk dan merupakan negara dengan populasi terbesar keempat setelah AS.

Kita punya potensi, dan melalui IVLP, kami dapat melihat bagaimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite, yang ditopang oleh ekosistem olahraga dan industri yang sudah sangat berkembang dan kuat," ujar Raja Sapta.

"Semua sektor, mulai dari kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS," tambahnya.

Menurut Okto, prestasi olahraga membutuhkan ekosistem yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan, tidak bisa dibangun melalui pendekatan parsial.

"AS membangun olahraga sebagai ekosistem yang berjenjang, termasuk keterlibatan kampus sebagai talent pipeline atlet nasional melalui NCAA. Konsep pembinaan ini juga dapat diadopsi di Indonesia.

>>> Alasan Pelabuhan Sirik dan Pulau Qeshm Jadi Target Serangan Baru AS

Apalagi Bapak Presiden Prabowo memiliki misi untuk memajukan dunia olahraga, dan memberi sinyal positif untuk pembinaan pelatnas jangka panjang," kata Okto.

"Apa yang kami dapat dari IVLP, akan kami laporkan langsung kepada Bapak Menpora Erick Thohir, sehingga konsep yang baik dan relevan dapat dikaji, diadaptasikan, dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik olahraga Indonesia," ucap Okto.