Serangan rudal Rusia melukai 12 orang di Kyiv dan Odesa pada Rabu dini hari.

Sementara itu, pasukan drone Ukraina menargetkan belasan kapal tanker armada bayangan Rusia di Laut Azov.

>>> Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini 8 Juli 2026 Turun Tipis

Ibu kota Kyiv mengalami peringatan udara selama sekitar satu jam. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di sebuah gedung non-hunian dan area penyimpanan.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengonfirmasi bahwa dua orang terluka, satu di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Serangan ini terjadi setelah serangan pada Senin yang menewaskan 30 orang di seluruh Ukraina.

Di pelabuhan selatan Odesa, serangan rudak terpisah melukai 10 orang, menurut Gubernur Daerah Oleh Kiper. Pasukan drone Ukraina meningkatkan upaya untuk mengisolasi Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia.

Pejabat militer melaporkan telah menyerang delapan kapal yang terkena sanksi, masing-masing dengan bobot mati sekitar 7.000 metrik ton.

Dua kapal tanker tambahan juga terkena serangan pada hari yang sama.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak sekutu internasional untuk mengizinkan Ukraina bergabung dengan NATO. Ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Ukraina yang sangat berpengalaman akan meningkatkan kemampuan pertahanan aliansi.

"Sejujurnya, kami tidak bangga dengan ini," kata Zelenskyy.

>>> Mustika Ratu Cetak Dua Rekor MURI di Jakarta Fair 2026

Ia mencatat bahwa militer Ukraina melenyapkan rata-rata 30.000 tentara Rusia setiap bulan selama konflik lima tahun ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah berbicara dengan presiden Ukraina dan Rusia mengenai pengakhiran perang sebelum KTT NATO di Ankara.

"Saya pikir mereka berdua ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.

Zelenskyy juga mengumumkan perjanjian drone baru yang ditandatangani pada Selasa dengan Denmark, Estonia, dan Belanda. Perjanjian ini bertujuan berbagi keahlian yang dikembangkan sejak invasi Februari 2022.

Kesepakatan unik tersebut melibatkan Ukraina memberikan cetak biru teknologi drone dengan imbalan royalti dan perangkat keras militer.

Sementara itu, kementerian luar negeri Ukraina mengkritik keputusan Komite Olimpiade Internasional yang mencabut sanksi terhadap Komite Olimpiade Rusia.

"Keputusan IOC untuk membatalkan rekomendasi pembatasan partisipasi atlet Rusia adalah sinyal yang mengkhawatirkan bagi seluruh komunitas internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina.

>>> Hitung Mundur Peluncuran Pixel 11 Resmi Dimulai

Kementerian mendesak negara tuan rumah untuk mempertahankan larangan simbol negara Rusia selama perang yang tidak beralasan ini berlanjut.