Rentetan ledakan besar terdengar di Pulau Kharg, Iran, setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan di wilayah selatan negara itu pada Rabu (8/7/2026).

Pulau yang berada delapan kilometer di lepas pantai Iran ini merupakan jalur ekonomi vital bagi Teheran. Biasanya, pulau ini menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

>>> Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Cegah Scammer

Seorang pejabat AS menyebut Pulau Kharg sebagai "pusat seluruh pasokan minyak Iran."

Laporan dari Press TV menyebutkan "beberapa ledakan" terdengar di sana.

Gelombang ledakan baru juga dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, pulau terbesar Iran di Teluk Persia yang dianggap sebagai bagian dari "benteng pertahanan" di dekat Selat Hormuz.

AS telah menyerang kedua pulau tersebut beberapa kali. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengungkapkan niat untuk merebut Pulau Kharg serta infrastruktur minyak Iran lainnya.

>>> 5 Tanda Anak Cemburu pada Adik Baru dan Cara Menanganinya

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilancarkan sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz baru-baru ini.

"Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," bunyi pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip Al Jazeera.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar setidaknya di dua lokasi.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp14 Ribu ke Level Rp2,641 Juta per Gram

Menurut televisi pemerintah, enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, yang memiliki arti geostrategis sangat penting terkait kendali Iran atas Selat Hormuz.