Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh drone intai tempur Amerika Serikat, MQ-9, di langit Provinsi Bushehr.

Insiden tersebut terjadi di wilayah Khormuj, Provinsi Bushehr, pada Rabu (8/7/2026).

>>> Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun

Juru bicara IRGC, Hossein Mohbi, mengatakan bahwa drone tersebut terkena rudal pertahanan saat berupaya melakukan serangan ke wilayah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Mohbi dalam laporan Mehr yang dikutip dari Al Jazeera.

Serangan Balasan AS

Sebelumnya, Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah menggempur lebih dari 80 target dalam serangan terbaru ke Iran pada Selasa (7/7).

>>> Mensos Dorong Kepala Sekolah Rakyat Tingkatkan Kapasitas Diri

Dalam pernyataan di media sosial X, CENTCOM mengaku menghantam 80 lebih sasaran dengan amunisi presisi sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Sasaran tersebut meliputi sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, situs radar pantai, kemampuan rudal anti-kapal, dan lebih dari 60 kapal kecil IRGC.

>>> Jadwal McGregor vs Holloway di UFC 329: Duel Ulang Setelah 13 Tahun

CENTCOM mengeklaim operasi tersebut sudah rampung, namun tetap siaga dan siap melancarkan serangan kembali jika Iran tidak mematuhi perjanjian damai.