Langkah Timnas Mesir di Piala Dunia 2026 harus terhenti setelah kalah tipis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, Rabu (8/7/2026) WIB. Kekalahan itu memicu reaksi keras dari penyerang Mostafa Ziko yang menilai kepemimpinan wasit merugikan timnya sepanjang pertandingan.

Pemain Pyramids tersebut secara terbuka menyalahkan wasit asal Prancis, François Letexier. Menurutnya, sejumlah keputusan yang diambil selama laga lebih banyak menguntungkan Argentina dan membuat perjuangan Mesir berakhir lebih cepat.

>>> Profil Aurellia Tsabitha Meidirama Anak Irma Hermawati Istri Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum yang Viral Ikut Kunker ke Amerika: Umur, Agama dan Instagram

Ziko Nilai Kepemimpinan Wasit Tidak Adil

Dalam keterangannya, Ziko mengaku sulit menerima hasil pertandingan karena merasa timnya tidak memperoleh perlakuan yang adil di lapangan.

"Ini tidak adil, tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Wasit tidak adil, dia telah merampas hasil kerja keras seluruh bangsa kami sejak awal," ujar Ziko.

Penyerang berusia 28 tahun itu kemudian melontarkan tudingan yang lebih tajam. Meski mengakui hal tersebut merupakan pandangan pribadinya dan tidak disertai bukti, ia menduga hasil turnamen sudah diarahkan untuk menguntungkan Argentina.

"Piala Dunia ini sudah diatur untuk Argentina, selamat kepada mereka yang sudah memenangkan Piala Dunia. Semuanya sudah direncanakan," katanya.

Meminta Maaf kepada Pendukung Mesir

Di balik kekecewaannya, Ziko tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mesir yang terus memberikan dukungan selama turnamen berlangsung. Ia menegaskan seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik di atas lapangan.

"Saya mohon maaf kepada para pendukung, kami ingin membuat mereka bahagia tetapi tidak berhasil. Namun, ini bukan karena kesalahan kami, tetapi karena wasit," ucapnya.

Ziko juga tetap memberi ucapan selamat kepada Argentina yang berhasil mengamankan tiket ke perempat final. Meski demikian, ia menilai hasil pertandingan tersebut akan selalu meninggalkan rasa kecewa bagi skuad The Pharaohs.

François Letexier Pernah Tuai Sorotan

Nama François Letexier bukan kali pertama menjadi sorotan akibat keputusan kontroversial di lapangan. Wasit berusia 35 tahun itu sebelumnya juga menuai protes saat memimpin laga playoff Olimpiade 2024 antara Indonesia U-23 melawan Guinea.

Pada pertandingan tersebut, Letexier memberikan dua hadiah penalti kepada Guinea yang memicu keberatan dari kubu Indonesia. Protes keras pelatih Shin Tae-yong saat itu berujung kartu merah dari sang pengadil.