Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan utang masyarakat melalui pinjaman online (pinjol) pada Mei 2026.

Outstanding pembiayaan pinjol tercatat Rp103,73 triliun, naik Rp1,66 triliun dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp102,07 triliun.

>>> Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengungkapkan pertumbuhan tahunan mencapai 25,60 persen.

"Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60 persen dengan nominal sebesar Rp103,73 triliun," kata Agusman dalam konferensi pers, Selasa (7/7).

Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 berada di level 4,42 persen, menurun dari 4,62 persen pada bulan sebelumnya.

Perkembangan Industri Pembiayaan Lainnya

Agusman juga memaparkan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,71 persen secara tahunan menjadi Rp513,19 triliun pada Mei 2026.

>>> IRGC Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS dengan Rudal Pertahanan

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 7,96 persen secara tahunan.

Profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 3,06 persen dan NPF net 0,85 persen.

Gearing ratio berada di level 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Di sektor modal ventura, pembiayaan tumbuh tipis 0,09 persen secara tahunan menjadi Rp16,36 triliun.

>>> Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun

Sementara itu, penyaluran pembiayaan industri pergadaian meningkat 57,97 persen secara tahunan menjadi Rp163,27 triliun, dengan 84,03 persen disalurkan melalui produk gadai.