PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolahan hasil perikanan yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaan milik Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan keuangan dengan beban utang sekitar Rp2,8 triliun.

PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan Kaesang, tercatat memiliki 188,24 juta saham atau sekitar 7,27 persen kepemilikan di PMMP.

>>> Pakar Militer AS: Iran Sengaja Serang Kapal di Selat Hormuz untuk Ejek Amerika

PMMP mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank setelah mengalami tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja.

Perseroan juga membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,8 miliar agar operasional dapat berjalan normal.

Kinerja Keuangan Kuartal I 2025

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2025, PMMP membukukan rugi bersih sebesar US$15,1 juta atau sekitar Rp271,6 miliar.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat laba bersih US$1,67 juta.

Penurunan kinerja terjadi seiring anjloknya penjualan.

Pendapatan bersih merosot drastis menjadi US$7,1 juta dari US$49,6 juta pada kuartal I 2024.

Beban pokok penjualan masih lebih besar dibandingkan nilai penjualan, sehingga perseroan membukukan rugi kotor sebesar US$301 ribu.

Selain penjualan yang melemah, PMMP membukukan beban lain-lain bersih sebesar US$13,99 juta, yang turut menekan kinerja hingga rugi sebelum pajak sebesar US$15,1 juta.

Kondisi Neraca dan Utang

Total aset perusahaan tercatat sebesar US$208,31 juta, turun dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai US$220,73 juta.

Aset tersebut mayoritas berupa persediaan senilai US$144,86 juta dan aset tetap bersih sebesar US$47,89 juta.

>>> Iran Balas Serangan AS, Bom 85 Situs Militer di Bahrain-Kuwait

Kas dan bank hanya tersisa US$1,09 juta.

Total utang atau kewajiban PMMP mencapai US$259,81 juta atau setara Rp4,67 triliun, jauh lebih besar dibandingkan total asetnya.