Fenomena orang tua di Indonesia yang mengenalkan bahasa asing kepada anak sejak dini semakin meningkat. Hal ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya kemampuan multibahasa di era global.

Selain sebagai bekal komunikasi, pembelajaran bahasa asing juga dikaitkan dengan manfaat bagi perkembangan kognitif anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mempelajari bahasa baru melibatkan berbagai fungsi otak secara bersamaan.

>>> Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2026

Aktivitas seperti mengenali pola bahasa, memahami konteks, dan mengingat kosakata menjadi stimulasi mental yang melatih memori, perhatian, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi.

Menurut riset Duolingo, belajar bahasa secara rutin mengharuskan otak untuk memanggil kembali informasi, mengenal pola, dan beradaptasi dengan aturan linguistik baru.

Kegiatan ini berfungsi seperti olahraga mental.

Studi dari Baycrest dan York University menemukan bahwa orang dewasa yang menggunakan Duolingo selama 30 menit sehari dalam empat bulan menunjukkan peningkatan fungsi eksekutif dan performa kognitif.

Peningkatan terlihat pada memori kerja, fokus, dan fleksibilitas kognitif.

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Ayoe Sutomo, mengatakan bahwa belajar bahasa baru tidak hanya memperluas kosakata, tetapi juga melatih cara anak memahami pola, menghubungkan informasi, dan menyesuaikan diri dengan konteks berbeda.

>>> Trump Unggah Meme Olok-olok Meloni Jelang KTT NATO

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut berkaitan dengan fleksibilitas berpikir yang menjadi pondasi penting dalam proses belajar dan pemecahan masalah sehari-hari.

Namun, Ayoe menekankan bahwa manfaat tersebut tidak instan. Konsistensi, frekuensi belajar teratur, dan pengalaman menyenangkan menjadi faktor penting.

Ia juga mengingatkan pendampingan orang tua saat anak menggunakan perangkat digital.

Tren pembelajaran bahasa asing di Indonesia terlihat dari orang tua yang memadukan interaksi sehari-hari, pendidikan formal, dan platform digital.

Platform pembelajaran bahasa semakin banyak digunakan sebagai sarana pendukung di rumah.

Di luar manfaat akademis, kemampuan multibahasa membuka peluang anak mengenal budaya, perspektif, dan cara komunikasi yang beragam.

>>> Pegawai Kemenangan Gugat Pigai Tanggapi Rencana Banding

Bagi banyak orang tua, ini adalah investasi jangka panjang untuk rasa ingin tahu, adaptasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.