Studi University of York: Kebiasaan Bicara Dongkrak Kecerdasan Anak
Orang tua kerap memberikan nutrisi dan mainan edukatif untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Namun, penelitian terbaru dari University of York mengungkap faktor lain yang tak kalah penting: kebiasaan berbicara.
>>> Investor Domestik Borong Saham BBCA Rp 1,1 Triliun Saat Asing Lepas
Studi berjudul A Naturalistic Home Observational Approach to Children’s Language, Cognition, and Behavior ini melibatkan 107 anak usia 2 hingga 4 tahun.
Para peneliti menggunakan alat perekam audio kecil yang dipasang di pakaian anak selama tiga hari untuk memantau interaksi di rumah.
Orang tua juga diminta melakukan aktivitas seperti menggambar, menyalin bentuk, dan mencocokkan objek. Tes ini mengukur kemampuan kognitif anak, terutama dalam penalaran, numerasi, dan pemahaman bentuk.
Hasilnya, anak-anak yang lebih sering mendengar percakapan orang dewasa memiliki kecakapan kognitif lebih baik.
Semakin banyak kosakata yang didengar setiap hari, semakin besar peluang mereka mengembangkan kemampuan belajar dan berpikir.
>>> Pembeli Mobil Listrik Bekas Wajib Periksa Kondisi Baterai
Katrina d'Apice, penulis utama penelitian, menjelaskan bahwa paparan bahasa yang intensif memberi peluang belajar lebih besar.
Namun, ia menekankan perlunya studi lanjutan untuk memahami pola hubungan ini, termasuk faktor kualitas bahasa.
Anak yang rutin berinteraksi dengan orang dewasa berkosakata variatif terbukti memiliki perbendaharaan kata lebih kaya. Aktivitas sederhana seperti mengobrol, bercerita, atau menjelaskan kegiatan sehari-hari menjadi stimulasi berharga.
Profesor Sophie von Stumm, salah satu penulis senior, menyebut pengalaman anak di rumah bersifat dinamis.
Jumlah kata yang didengar anak bisa berbeda signifikan setiap hari, bahkan dalam satu keluarga yang sama.
>>> Bybit Buka Akses IPO SpaceX untuk Investor Ritel Lewat Token Saham
Stimulasi penting bagi pertumbuhan otak anak bisa didapat dari komunikasi sederhana saat makan, bermain, atau menjelang tidur. Kebiasaan berdialog secara konsisten efektif meningkatkan kecerdasan bahasa dan kognitif anak.
Update Terbaru
Iran Sebut AS Bertanggung Jawab atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel
Senin / 08-06-2026, 09:28 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.126 per Dolar AS pada 8 Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 09:28 WIB
Pengamat: Pengadaan Migas BUMN Tanpa Tender Berpotensi Moral Hazard
Senin / 08-06-2026, 09:24 WIB
Telkom Raup Rp10,16 Triliun dari Pendapatan Non-Ritel pada Kuartal I 2026
Senin / 08-06-2026, 09:24 WIB
Indeks Bisnis-27 Anjlok 3,44 Persen pada Pembukaan Perdagangan
Senin / 08-06-2026, 09:24 WIB
Kurs Rupiah 8 Juni 2026 Melemah ke Rp 18.115 per Dolar AS
Senin / 08-06-2026, 09:24 WIB
Jadwal SIM Keliling Jakarta 8 Juni 2026 Tersedia di Lima Lokasi
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Targetkan Pelanggaran Berat
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
Bos Aprilia Kritik Jorge Martin Usai Tabrakan Massal MotoGP Hungaria
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
IHSG Ambles 1,94 Persen pada 8 Juni 2026, Saham SKBM Justru Melonjak 20,48%
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Denda hingga Rp3 Juta
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
Mulai 1 Juli 2026, Pulang dari Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu
Senin / 08-06-2026, 09:19 WIB
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Fase Grup hingga 32 Besar
Senin / 08-06-2026, 09:19 WIB
Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.105 per Dolar AS pada 8 Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 09:18 WIB






