Dua penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan sehari-hari seperti berjalan kaki dan memilih makanan yang tepat dapat memberikan dampak besar bagi penderita kanker usus besar.

Studi pertama, bernama CHALLENGE, meneliti apakah program olahraga terstruktur dapat meningkatkan hasil jangka panjang bagi penyintas kanker usus besar.

>>> 21 Penyakit dan Layanan RS Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Dipimpin oleh Dr. Christopher Booth dari Queen's University di Kingston, Kanada, penelitian ini melibatkan 889 pasien dari Kanada dan Australia.

Semua peserta sebelumnya telah menjalani operasi dan kemoterapi untuk kanker usus besar stadium III atau stadium II berisiko tinggi.

Para peneliti secara acak menugaskan 445 pasien ke program aktivitas fisik terstruktur selama tiga tahun, sementara 444 lainnya menerima materi edukasi kesehatan standar.

Kelompok olahraga bekerja dengan konsultan aktivitas fisik untuk mencapai target: setara dengan 45 hingga 60 menit jalan cepat, tiga hingga empat kali seminggu.

Setelah memantau pasien selama rata-rata hampir delapan tahun, terlihat perbedaan yang jelas dalam tingkat kelangsungan hidup.

Kelompok olahraga memiliki tingkat kelangsungan hidup bebas penyakit 80% dalam lima tahun, dibandingkan 74% pada kelompok kontrol.

Tingkat kelangsungan hidup keseluruhan dalam delapan tahun mencapai 90% pada kelompok olahraga, versus 83% pada kelompok kontrol.

Tim peneliti berencana menganalisis sampel darah peserta untuk mengetahui jalur biologis spesifik yang mendorong hasil ini, seperti perubahan peradangan kronis atau respons imun.

Peran Pola Makan Inflamasi

Studi kedua mengevaluasi bagaimana pilihan makanan memengaruhi tingkat kelangsungan hidup.

>>> Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Duel Dua Filosofi

Dr. Sara Char, seorang clinical fellow di Dana-Farber Cancer Institute, menganalisis data dari 1.625 pasien yang terdaftar dalam uji coba lebih besar tentang durasi kemoterapi dan obat anti-inflamasi untuk kanker usus besar stadium III.