Sebuah studi terbaru mengungkap hubungan antara pengasuhan orang tua dan munculnya ciri-ciri psikopatik pada anak. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh dan perilaku anak saling memengaruhi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child and Adolescent Psychopathology ini meneliti keterkaitan antara ciri-ciri psikopatik pada anak dengan berbagai praktik pengasuhan.

>>> Argentina Gagal Juara Dunia, Messi: Rasa Sakitnya Luar Biasa

Studi ini juga melihat bagaimana hubungan tersebut dipengaruhi oleh masalah perilaku yang dimiliki anak.

Masalah perilaku tersebut mencakup perilaku tidak terkendali, agresif, pelanggaran aturan, dan kesulitan mengikuti norma sosial. Sementara itu, sifat psikopatik meliputi kurangnya empati, ketidakpedulian, perilaku manipulatif, dan impulsif.

Meskipun psikopati sering dikaitkan dengan orang dewasa, penelitian menunjukkan bahwa psikopati juga dapat hadir pada anak-anak dan remaja.

Sifat psikopatik pada masa kanak-kanak biasanya dibagi menjadi tiga dimensi: tidak berperasaan-tidak emosional, sombong-penipu, dan impulsif-kebutuhan akan stimulasi.

Hasil Studi dan Implikasinya

Studi berjudul Psychopathic Traits and Parental Practices in Greek-Cypriot Community and Dutch Clinical Referred Samples melibatkan dua kelompok partisipan.

Pertama, sampel komunitas di Yunani-Siprus terdiri dari 768 orang tua, dan kedua, sampel klinis di Belanda dengan 217 orang tua.

>>> CP PLUS Luncurkan Dashcam 4G CarKam dengan GPS dan Pemantauan Langsung

Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara ciri-ciri psikopatik dan praktik pengasuhan orang tua.

Tingkat ciri-ciri psikopatik yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat perhatian yang lebih rendah dari orang tua.

Selain itu, terdapat interaksi signifikan antara ciri-ciri psikopatik dan masalah perilaku terhadap kontrol orang tua.

Anak-anak dengan tingkat ciri-ciri psikopatik dan masalah perilaku yang tinggi cenderung lebih dikontrol oleh orang tua.

Namun, tim peneliti menegaskan bahwa pola pengasuhan bukan satu-satunya faktor yang bertanggung jawab atas perilaku anak. Perilaku anak juga dapat memengaruhi praktik pengasuhan.

Anak-anak dengan sifat tidak berperasaan dan kurang empati mungkin dianggap menantang oleh orang tua, yang menyebabkan kelelahan orang tua dan praktik pengasuhan yang kurang positif.

>>> Garmin CIRQA: Smart Band Tanpa Layar dengan Connected GPS Resmi Diluncurkan

Dengan memahami interaksi kompleks ini, intervensi yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk membantu anak-anak dengan psikopatologi.