Tepat 30 tahun yang lalu, Nintendo meluncurkan Game Boy Pocket. Perangkat ini hadir sebagai versi yang lebih ramping dari pendahulunya yang legendaris, Game Boy DMG.

Meski tidak memiliki lampu latar, Pocket berhasil meningkatkan pengalaman bermain dengan layar monokrom yang lebih jernih dan mengurangi efek ghosting.

>>> Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci

Nintendo memilih untuk menyempurnakan formula yang sudah ada daripada sekadar mengejar spesifikasi tinggi.

Dari Stopgap Menjadi Cetak Biru

Game Boy Pocket awalnya dianggap sebagai perangkat transisi sebelum Game Boy Color. Namun, pengaruhnya justru lebih besar dalam jangka panjang.

Banyak produsen genggam modern seperti Anbernic dan Ayaneo masih mengadopsi semangat yang sama: desain vertikal yang ringkas dan fokus pada portabilitas.

Contohnya adalah Anbernic RG35XX Plus yang jelas terinspirasi oleh bentuk Pocket.

>>> Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus

Super Pocket dari Evercade juga mengusung konsep serupa dengan ukuran saku dan daya tahan baterai yang lama.

Sementara itu, Analogue Pocket secara eksplisit memberi penghormatan melalui nama dan desainnya yang datar dengan tepi melengkung.

Bahkan saat ini, pemilik Game Boy asli bisa memodifikasi layar dengan panel AMOLED untuk menyaingi kualitas tampilan handheld modern.

Hal ini menunjukkan betapa abadi desain Pocket.

>>> Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan

Selamat ulang tahun, Game Boy Pocket! Warisanmu terus hidup dalam setiap genggaman retro handheld yang mengutamakan kepraktisan dan estetika vertikal.