Overthinking Normal atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter Lula Kamal
Overthinking sering dianggap sebagai kebiasaan buruk. Namun, menurut dokter sekaligus Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lula Kamal, berpikir berlebihan dalam batas wajar justru normal.
Yang perlu diwaspadai bukan overthinking itu sendiri, melainkan saat pikiran tersebut menjadi beban hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
>>> Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Lula menjelaskan bahwa stres dan rasa khawatir adalah respons alami setiap orang. Keduanya bahkan bisa menjadi pendorong untuk tampil lebih baik.
"Tahu enggak sih kalau yang namanya stres itu ada yang eustress, ada yang distress.
Tapi stress itu kita butuh sebetulnya," kata Lula dalam talkshow CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Dalam psikologi, eustress adalah stres positif yang memotivasi seseorang menghadapi tantangan. Sebaliknya, distress adalah stres yang membuat seseorang kesulitan beraktivitas.
Lula memberi contoh seseorang yang akan ujian. Jika tidak stres, ia mungkin tidak belajar.
Stres yang mendorong persiapan adalah eustress yang baik.
Ia juga menceritakan pengalamannya menjadi pembawa acara. Rasa takut gagal membuatnya lebih siap, dan itu adalah eustress yang wajar.
>>> Bos Pajak Perjelas Aturan soal Rekening Orang Kaya Bisa Diintip
Masalah muncul ketika rasa khawatir membuat seseorang tidak mampu berbuat apa pun. Itulah yang disebut distress.
"Kalau distress, gara-gara stress malah enggak bisa ngapa-ngapain. Ngomong di mic aja udah langsung tuh berantakan.
Nah itu artinya dia distress," ujar Lula.
Karena itu, overthinking masih tergolong normal selama tidak berlebihan. "Stress itu butuh.
Overthinking sedikit-sedikit boleh. Tapi jangan kebanyakan.
Boleh normal tapi sedikit, sedikit aja," pungkasnya.
Lula menegaskan rasa khawatir bukan musuh yang harus dihilangkan. Kekhawatiran dalam kadar tepat bisa menjadi alarm agar lebih siap menghadapi situasi.
>>> Anthony Edwards Menang Gugatan Nafkah Anak, Bayar Rp 52 Juta per Bulan
Jika pikiran mulai mengganggu pekerjaan, belajar, atau aktivitas harian, kondisi itu patut diwaspadai dan bila perlu dikonsultasikan ke tenaga profesional.
Update Terbaru
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB
Pedri Pangkas Libur demi Latihan Mandiri di Canary
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB
Volkswagen Diam-diam Kembangkan Prototipe SUV Amarok, Mimpi yang Belum Padam
Rabu / 22-07-2026, 03:15 WIB







