Empati sering dianggap sekadar kemampuan ikut merasakan kesedihan atau kebahagiaan orang lain.

Padahal, menurut studi dalam Review of General Psychology, empati adalah kemampuan kompleks yang mencakup memahami sudut pandang, merasakan apa yang dialami, dan memberikan respons yang tepat.

>>> Sering Minum Kopi, Ketahui Manfaat dan Risikonya

Orang dengan empati tinggi tidak hanya mudah iba, tetapi juga menunjukkan sikap dan interaksi yang khas. Berikut tujuh ciri yang bisa dikenali.

1. Mendengarkan dengan Sungguh-sungguh

Mereka membiarkan lawan bicara menyelesaikan cerita tanpa memotong. Tidak terburu-buru mengambil alih percakapan atau mengarahkan topik ke diri sendiri.

Bagi mereka, memahami lebih penting daripada sekadar merespons.

2. Memahami Sebelum Menghakimi

Saat mendengar cerita, mereka tidak langsung menentukan siapa yang benar atau salah. Mereka berusaha memahami alasan di balik tindakan atau perasaan seseorang.

Kemampuan ini disebut perspective taking, yaitu melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Mereka pun tidak mudah menyimpulkan seseorang hanya dari satu kejadian.

3. Peka terhadap Kondisi Orang Lain

Empati tinggi tercermin dari kepekaan membaca situasi.

Mereka menangkap perubahan kecil seperti ekspresi wajah, nada bicara, atau bahasa tubuh yang menunjukkan seseorang sedang tidak baik-baik saja.

Sering kali mereka menyadari kondisi tersebut sebelum orang itu mengungkapkannya secara langsung.

4. Tidak Buru-buru Memberi Solusi

Banyak orang mengira membantu berarti segera menawarkan jalan keluar. Namun, orang dengan empati tinggi justru lebih sering bertanya, mendengarkan, lalu menyesuaikan respons dengan kebutuhan lawan bicara.

>>> Bahlil Respons Putusan MK soal Izin Tambang, Siapkan Aturan Baru untuk Ormas dan Kampus

Mereka paham bahwa tidak semua orang sedang mencari solusi, sehingga jarang melontarkan kalimat seperti "Harusnya kamu begini" sebelum benar-benar memahami situasi.