Saat berbicara dengan seseorang, kita sering hanya fokus pada kata-kata yang diucapkan. Padahal, bahasa tubuh juga bisa memberikan petunjuk penting tentang apa yang disembunyikan.

Para psikolog mengingatkan bahwa tidak ada satu gerakan tubuh pun yang bisa dijadikan bukti pasti kebohongan.

>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.069 Orang

Bahasa tubuh perlu dipahami sebagai petunjuk yang harus dilihat bersama konteks dan pola perilaku secara keseluruhan.

Lima Tanda Bahasa Tubuh yang Sering Dikaitkan dengan Kebohongan

Berikut beberapa gerakan yang kerap dikaitkan dengan kebohongan, seperti dikutip dari Beautynesia.

1. Pola bicara berubah.

Nada suara bisa berubah, jeda bicara menjadi lebih panjang, atau ritme bicara terasa tidak biasa.

Mantan profiler kriminal FBI, Gregg McCrary, menjelaskan bahwa suara dan gerak-gerik seseorang dapat berubah saat mereka tidak berkata jujur.

Dalam wawancara, penyelidik biasanya mengajukan pertanyaan sederhana terlebih dahulu untuk mengetahui pola komunikasi normal seseorang.

2. Ucapan tidak selaras dengan gerakan tubuh.

Misalnya, seseorang mengatakan 'iya' tetapi menggelengkan kepala secara bersamaan. Ketidakselarasan ini bisa menunjukkan konflik antara ucapan dan perasaan.

Psikolog klinis dari Center for Anxiety and Related Disorders, Boston University, menyebut ketidakselarasan tersebut bisa menjadi indikasi penyembunyian sesuatu.

Namun, tanda ini tetap perlu dipadukan dengan pengamatan lain.

>>> Iran Serang Pangkalan Militer AS di Arab Saudi untuk Pertama Kali

3. Muncul isyarat wajah tertentu.

Mata yang terlalu sering berkedip, menyipitkan mata, menggigit bibir, memalingkan wajah, atau menatap terlalu intens kerap dikaitkan dengan kebohongan.

Penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa saat menghadapi pertanyaan sensitif, seseorang bisa secara refleks mengerutkan atau mengatupkan bibir.