Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.069 Orang
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada Juni 2026 dilaporkan telah melampaui 5.000 jiwa.
Gempa dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi dalam interval waktu kurang dari satu menit pada 24 Juni.
>>> Iran Serang Pangkalan Militer AS di Arab Saudi untuk Pertama Kali
Guncangan hebat tersebut menghancurkan wilayah pesisir negara bagian La Guaira di utara Caracas.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengonfirmasi melalui unggahan di Telegram bahwa bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 5.069 orang.
Mayoritas korban jiwa berada di kawasan pesisir.
Jumlah korban luka-luka dilaporkan tidak berubah di angka 16.740 orang. Sebagian besar dari mereka kini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Otoritas setempat menyatakan telah mencairkan dana ratusan juta dolar dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membiayai proses rekonstruksi.
Presiden Interim Delcy Rodriguez menyatakan bahwa negara telah menarik dana sebesar US$346 juta atau setara Rp6,2 triliun dari IMF.
Dana tersebut dialokasikan khusus untuk pemulihan pascabencana.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengonfirmasi pencairan dana darurat tersebut melalui akun resmi X miliknya.
>>> Apa Itu Etomidate? Obat Bius yang Ditemukan di Home Industry PIK
Ia menyatakan bahwa pihak institusi telah bekerja sama dengan mitra-mitra kunci untuk membantu Venezuela mengakses sumber daya mereka sendiri di dalam Fund guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Dana tersebut ditarik melalui posisi cadangan (reserve tranche) negara tersebut.
Krisis kemanusiaan pascagempa masih berlangsung. Sekitar 20.000 warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian yang padat.
Kondisi penampungan dilaporkan memprihatinkan karena minimnya pasokan air bersih dan sistem sanitasi yang layak.
Secara total, Venezuela memiliki hak tarik khusus (Special Drawing Rights/SDR) sebesar 3,568 miliar di IMF, atau setara dengan kurang lebih US$5,1 miliar.
Aset tersebut sebelumnya sempat dibekukan lembaga keuangan global karena institusi itu tidak mengakui keabsahan Nicolas Maduro sebagai presiden.
Pengumuman pemulihan hubungan antara IMF, Bank Dunia, dan Venezuela pada April lalu ini terjadi setelah Amerika Serikat menggulingkan Nicolas Maduro melalui inkrusi militer pada Januari.
>>> Prabowo Klaim Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia
Hubungan bilateral antara Venezuela dengan kedua lembaga keuangan internasional tersebut sebelumnya telah membeku sejak 2019.
Update Terbaru
Video Tari V BTS di Paris Raih 9,7 Juta Views dalam 21 Jam
Sabtu / 18-07-2026, 12:57 WIB
Airlangga Temui ByteDance-Huawei, RI Bidik Transfer Teknologi AI
Sabtu / 18-07-2026, 12:57 WIB
Hasil Japan Open 2026: Putri KW Kalah dari Akane Yamaguchi
Sabtu / 18-07-2026, 12:57 WIB
Wellnest Fest Vol.2: Hyrox, Cardio Dance, dan Mat Pilates Siap Meriahkan Jakarta
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
Lenovo Yoga Pro 27UD-10: Monitor All-in-One dengan Kamera 4K dan QD-OLED
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
8 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam yang Sering Diabaikan
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
6 Shio Paling Beruntung 18 Juli 2026, Peluang Baru Terbuka
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish
Sabtu / 18-07-2026, 12:56 WIB
Perry Warjiyo Lantik 12 Pejabat Baru BI untuk Perkuat Transformasi Organisasi
Sabtu / 18-07-2026, 12:48 WIB
PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan Salurkan Donasi Lewat MPKS Muhammadiyah
Sabtu / 18-07-2026, 12:48 WIB
Materi MPLS Siaga Bencana 2026: Tujuan, Alat dan Bahan, serta Alur Kegiatannya
Sabtu / 18-07-2026, 12:45 WIB
Cara Cepat Kumpulkan Saldo dari Aplikasi BBQ Short 2026
Sabtu / 18-07-2026, 12:45 WIB







