Banyak orang tanpa sadar mengonsumsi garam melebihi kebutuhan harian. Padahal, WHO menyarankan asupan garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

Kelebihan natrium dari makanan olahan, camilan, dan makanan cepat saji dapat memicu sejumlah tanda pada tubuh. Berikut delapan gejala yang perlu diwaspadai.

>>> Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

1. Perut Kembung

Asupan garam berlebih membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini sering memicu perut terasa begah, penuh, dan kembung, bahkan membuat pakaian terasa lebih ketat.

Gejala biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan tinggi natrium seperti mi instan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan.

Jika sering terjadi, perhatikan jumlah garam dalam menu harian dan perbanyak minum air putih.

2. Tangan atau Kaki Bengkak

Retensi cairan akibat kelebihan natrium tidak hanya membuat perut penuh, tetapi juga menyebabkan pembengkakan di tangan, kaki, hingga pergelangan kaki.

Pembengkakan lebih jelas terlihat menjelang malam atau setelah mengonsumsi makanan asin.

Jika terus berulang, evaluasi pola makan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada penyebab lain.

3. Rasa Haus Meningkat

Saat kadar natrium meningkat, tubuh berusaha menyeimbangkannya dengan meminta lebih banyak cairan. Inilah sebabnya Anda merasa sangat haus setelah menikmati makanan yang terlalu asin.

Respons ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengencerkan kadar natrium di dalam darah. Jika rasa haus muncul berulang setelah pola makan tertentu, itu pertanda asupan garam perlu dikurangi.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Ginjal berperan menjaga keseimbangan kadar natrium. Ketika garam yang masuk terlalu banyak, ginjal meningkatkan produksi urine agar kelebihan natrium dapat dikeluarkan.