Mie instan memang praktis dan lezat, tetapi konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan ginjal.

Kandungan natrium yang tinggi dalam satu porsi mie instan menjadi perhatian utama para ahli medis.

in1

>>> 5 Power Bank Anker Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta di Amazon (Juni 2026)

Asupan garam berlebih menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, volume darah meningkat dan tekanan darah naik.

Ginjal sangat sensitif terhadap tekanan darah tinggi, dan seiring waktu kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal bisa terjadi.

Selain itu, konsumsi garam tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan proteinuria, yaitu adanya protein dalam urine yang menandakan filter ginjal mulai rusak.

Berapa Batas Aman Makan Mie Instan?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Zullies Ikawati, mengatakan tidak ada aturan pasti mengenai frekuensi konsumsi mie instan.

>>> Mulai 1 Juli, Grab Terapkan Potongan 8 Persen bagi Driver GrabBike

Ia menekankan pentingnya mengenali kondisi tubuh masing-masing.

Bagi yang memiliki riwayat hipertensi, disarankan mengurangi bumbu mie instan atau menggantinya dengan bumbu racikan sendiri.

Sementara itu, ahli gizi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, menegaskan sebaiknya mie instan tidak dikonsumsi lebih dari dua bungkus dalam seminggu.

Ia juga menyarankan menambahkan sayuran dan protein saat menyantap mie instan.

>>> Spesifikasi BMW i5 yang Dirusak Massa Usai Dugaan Tabrak Ojol

Tri menambahkan bahwa konsumsi mie instan lebih dari dua bungkus per minggu dikaitkan dengan peningkatan sindrom metabolik pada wanita, termasuk obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia.