Banyak orang menghabiskan waktu dengan duduk terlalu lama, baik saat bekerja, belajar, maupun bersantai. Padahal, tubuh manusia dirancang untuk bergerak setiap hari.

Kebiasaan kurang gerak atau gaya hidup sedentari bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Mulai dari kebugaran, pencernaan, hingga kesehatan jantung bisa terganggu.

>>> Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir Akibat Gelombang Panas 41 Derajat

Sayangnya, banyak tanda tubuh kurang bergerak yang sering dianggap sepele. Berikut delapan ciri yang perlu diwaspadai.

Tanda Tubuh Kurang Bergerak

1. Tubuh sering pegal dan kaku.

Jika Anda sering bangun tidur dengan tubuh terasa kaku atau mudah pegal setelah duduk lama, itu bisa jadi tanda kurang bergerak.

Kurangnya aktivitas membuat otot menegang dan sendi menjadi kurang lentur. Akibatnya, gerakan sederhana seperti membungkuk atau berdiri terasa tidak nyaman.

2. Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas.

Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah sehingga oksigen dan nutrisi tersebar ke seluruh tubuh.

Saat jarang bergerak, tubuh menjadi lebih lambat menghasilkan energi. Akibatnya, Anda lebih mudah merasa lemas meski sudah cukup tidur.

3. Napas mudah terengah-engah.

Jika Anda mudah kehabisan napas saat naik tangga atau berjalan sedikit lebih cepat, itu bisa terjadi karena jantung dan paru-paru kurang terlatih.

Semakin jarang berolahraga, semakin menurun pula kebugaran tubuh. Aktivitas ringan pun terasa berat.

4. Sering mengalami sembelit.

Kurang bergerak dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Gerakan tubuh membantu usus mendorong sisa makanan agar lebih mudah dikeluarkan.

Jika terlalu banyak duduk, risiko sembelit menjadi lebih tinggi. Selain memperbanyak aktivitas fisik, pastikan Anda minum cukup air dan mengonsumsi makanan berserat.

>>> Nonton Drakor See You at Work Tomorrow Episode 7-8 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST bukan LK21: Romansa Kantor Makin Rumit, Bayang-Bayang Masa Lalu Muncul!