Penyedia energi utama Prancis, EDF, mengumumkan penghentian sementara tiga reaktor nuklir dan pengurangan kapasitas delapan reaktor lainnya pada Minggu (12/7).

Langkah ini diambil menyusul gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis, dengan suhu diperkirakan mencapai 41 derajat Celcius.

>>> Nonton Drakor See You at Work Tomorrow Episode 7-8 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST bukan LK21: Romansa Kantor Makin Rumit, Bayang-Bayang Masa Lalu Muncul!

Keputusan tersebut diambil untuk mematuhi regulasi lingkungan dan melindungi ekosistem sungai, demikian pernyataan resmi EDF.

Reaktor yang terdampak berada di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Golfech, Bugey, dan Chooz, yang masing-masing terletak di tepi Sungai Garonne, Rhone, dan Meuse.

PLTN Prancis menggunakan air sungai untuk mendinginkan reaktor, yang kemudian memanaskan air sebelum dialirkan kembali ke sungai.

Saat gelombang panas, suhu air sungai secara alami meningkat, sehingga pembuangan air panas dapat mengganggu ekosistem.

Kementerian Ekonomi Prancis sebelumnya telah mengeluarkan dispensasi khusus terkait batas suhu pemanasan di sekitar Sungai Rhone dekat PLTN Bugey.

Kebijakan darurat yang berlaku hingga 20 Juli ini diterbitkan untuk memastikan keamanan jaringan listrik nasional.

>>> Nonton Drakor Dream to You Episode 1-2 Sub Indo serta Link dan Spoiler di NETFLIX bukan LK21: Ketika Kenangan Masa Remaja Bertemu Realitas Dewasa

Penghentian operasional ini merupakan kali kedua dalam beberapa minggu terakhir akibat cuaca ekstrem.

Gelombang panas yang berlangsung sejak Mei telah menempatkan lebih dari sepertiga wilayah Prancis dalam status peringatan panas tertinggi.

Lebih dari 25 juta orang harus bertahan di tengah suhu udara yang dapat melonjak hingga 41 derajat Celcius.

Suhu ekstrem melumpuhkan aktivitas publik, termasuk penutupan titik wisata, pembatalan acara massal, dan pembatalan rute Tour de France.

Kebakaran hutan juga meluas, dan angka kematian akibat tenggelam melonjak karena warga mencari tempat rekreasi air.

>>> Innalillahi! Wajah Cinta yang Lain Akhirnya Turun, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 13 Juli 2026

Para ilmuwan menyatakan bahwa meningkatnya frekuensi gelombang panas yang kian parah berkaitan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.