Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang, Landmark Tutup

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat sejak Juni 2026 telah menyebabkan ratusan kematian, memicu kebakaran hutan dahsyat, dan memaksa penutupan dini sejumlah landmark terkenal seperti Menara Eiffel.
Data dari lembaga kesehatan masyarakat di berbagai negara menunjukkan lebih dari 1.300 kematian terkait panas selama awal musim panas ini.
>>> FIFA Pertimbangkan Perluas Piala Dunia Jadi 64 Tim pada 2030
Jerman mencatat setidaknya 5.120 kematian akibat suhu tinggi sepanjang tahun ini, sementara Prancis melaporkan lebih dari 2.000 kematian berlebih hanya pada bulan Juni.
Federasi Penjaga Pantai Jerman menyatakan bahwa 99 orang tenggelam pada bulan Juni, didominasi oleh pria muda di bawah 30 tahun.
Angka ini merupakan yang tertinggi sejak gelombang panas Juni 2003 yang menewaskan 107 orang.
Di Prancis, suhu ekstrem memaksa penutupan dini sejumlah situs budaya besar dan penyesuaian jadwal acara olahraga internasional.
Badan cuaca nasional menempatkan 24 departemen dalam status siaga maksimal karena suhu terus meningkat.
Operator Menara Eiffel menyatakan penutupan dilakukan karena perkiraan suhu tinggi.
Gelombang panas juga berdampak pada balapan Tour de France, di mana penyelenggara memangkas etape hari Minggu sejauh 30 kilometer untuk melindungi peserta.
Pembalap Belgia Tim Merlier mengatakan suhu selalu di atas 35 derajat Celsius selama pekan pertama balapan.
>>> Penumpang Tersedot Keluar Pesawat, Bertahan Berkat Sabuk Pengaman
Ia menyebut perjuangan untuk mendapatkan air, es, dan minuman di antara mobil pendukung sangat berat.
Dalam kondisi kering, banyak kota di Prancis membatalkan kembang api tradisional untuk mengurangi risiko kebakaran hutan. Presiden Emmanuel Macron mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.
Di Spanyol selatan, petugas darurat berhasil mengendalikan kebakaran dahsyat di Provinsi Almería yang menewaskan setidaknya 12 orang dan memaksa 1.500 warga mengungsi.
Kepala Pemerintah Daerah Andalusia, Juan Manuel Moreno, mengatakan api telah terkendali dan tidak ada bahaya penyebaran.
Moreno menyebut kebakaran ini sebagai awal dari akhir kebakaran hutan yang mengerikan dengan kecepatan penyebaran yang memecahkan rekor.
Para pengungsi mulai kembali ke rumah secara bertahap.
Namun, keluarga korban menyatakan ketidakpuasan terhadap respons resmi. Thomas-Wolf Verdonckt, putra seorang korban, mengklaim bahwa tidak ada perintah evakuasi yang diberikan.
>>> Fallout: New Vegas Sengaja Lebih Sulit, Ini Kata Josh Sawyer
Ia mengatakan warga hanya mulai berlari ketika api sudah hampir membakar mereka.
Update Terbaru
Data Galaksi Baru Tekan Asumsi Kosmologi Inti, Langsung Dapat Bantahan
Senin / 13-07-2026, 00:57 WIB
Efek Diet Karnivora pada Tubuh: Risiko Kolesterol hingga Gagal Ginjal
Senin / 13-07-2026, 00:57 WIB
Mathieu van der Poel Menang Sprint Empat Pembalap di Etape 9 Tour de France
Senin / 13-07-2026, 00:49 WIB
Keluarga Kerajaan Inggris Hadiri Final Wimbledon 2026
Senin / 13-07-2026, 00:49 WIB
Persaingan Sengit di Scottish Open: Tiga Pegolf Berbagi Puncak Klasemen
Senin / 13-07-2026, 00:49 WIB
Negara Teluk Berkabung Usai Mantan Emir Qatar Wafat
Senin / 13-07-2026, 00:49 WIB
Prospek Muda MLB Berkumpul di Futures Game 2026
Senin / 13-07-2026, 00:47 WIB
BBC Dikritik karena Abaikan Latar Hukum Zverev di Wimbledon
Senin / 13-07-2026, 00:47 WIB
John Kavanagh Bantah Cedera Sebelumnya pada Kekalahan Conor McGregor di UFC 329
Senin / 13-07-2026, 00:46 WIB
Kabut Tebal Ganggu Putaran Ketiga Genesis Scottish Open
Senin / 13-07-2026, 00:44 WIB
Jacob Misiorowski Batal Tampil di All-Star Game karena Kelelahan Lengan
Senin / 13-07-2026, 00:43 WIB
Pitcher Rookie Burns dan Misiorowski Batal Tampil di All-Star karena Cedera
Senin / 13-07-2026, 00:43 WIB
The Cribs Ungkap Lagu-Lagu Favorit yang Penuh Kenangan Emosional
Senin / 13-07-2026, 00:43 WIB
Ukraina Hentikan Pelayaran Rusia di Laut Azov dengan Serangan Drone
Senin / 13-07-2026, 00:43 WIB







