Senator Partai Republik dari Carolina Selatan, Lindsey Graham, meninggal dunia di kediamannya di Capitol Hill pada Sabtu malam, 5 April 2025, pada usia 71 tahun.

Petugas medis darurat menerima panggilan mengenai keluhan nyeri dada sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Mereka melakukan CPR sebelum senator tersebut meninggal karena serangan jantung.

>>> 7 Smartphone dengan AI Terbaik 2026: Fitur Canggih yang Wajib Kamu Tahu

Kepergian mendadak politisi berusia 71 tahun ini meninggalkan kursi kosong di Senat menjelang pemilihan paruh waktu yang akan digelar akhir tahun ini.

Pernyataan resmi dari tim kongres almarhum memberikan konfirmasi awal mengenai tragedi tersebut. Kantor Lindsey Graham menyebut penyebabnya adalah "penyakit singkat dan mendadak".

Reaksi Para Pemimpin

Mantan Presiden Donald Trump menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengenang percakapan dengan sekutu politik dekatnya sesaat sebelum kejadian.

Trump menyebut Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal".

Mantan presiden mencatat bahwa percakapan terakhir mereka berfokus pada upaya legislatif untuk menggalang dukungan bagi Save America Act.

"Dia seperti anggota keluarga," kata Trump.

Ia juga mencatat bahwa hubungannya dengan politisi Carolina Selatan itu sempat mengalami hinaan publik yang keras selama kampanye pendahuluan 2016.

Trump sebelumnya pernah menyebut Graham dengan berbagai istilah merendahkan, seperti "idiot" dan "lightweight", saat persaingan politik awal mereka.

Para pemimpin internasional juga menyampaikan duka cita, terutama menyoroti sikap tegas senator tersebut sebagai elang kebijakan luar negeri yang menonjol.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang bertemu dengan Graham pada hari Jumat, memuji dukungannya yang berdedikasi terhadap kebebasan internasional.

Zelenskyy menyebutnya sebagai "pemimpin yang bertekad" dan "pembela kebebasan sejati".