Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan yang menghormati warisan senator Carolina Selatan itu, mengatakan dunia "kehilangan salah satu sahabat terbesarnya".

Presiden Israel Isaac Herzog bergabung dalam penghormatan global, mengaku "terkejut dan patah hati".

Perwakilan Partai Republik dari Carolina Selatan, Ralph Norman, memberikan penghormatan tulus kepada rekannya yang telah meninggal di media sosial.

Norman menekankan pengabdian publik seumur hidup yang diberikan senator itu kepada negara bagian dan bangsa.

>>> Apa Itu SBN? Panduan Beli, Jual, dan Return Bulanan Terbaru Juli 2026

"Senator Lindsey Graham mendedikasikan hidupnya untuk melayani negara bagian dan negara kita. Kepergiannya adalah kerugian yang luar biasa," kata Norman.

Ia menawarkan doa untuk keluarga, staf kongres, dan teman-teman dekat yang terkena dampak kehilangan mendadak ini.

Perwakilan Carolina Selatan lainnya, Joe Wilson, mengungkapkan keterkejutan mendalam atas berita kematian senator tersebut. Wilson menyoroti karier militer dan legislatif yang luas dari veteran Angkatan Udara itu.

"Setelah bertugas sebagai perwakilan negara bagian Carolina Selatan, Perwakilan AS, Senator AS, dan sebagai veteran Angkatan Udara AS yang dihormati, Lindsey dengan bangga melayani rakyat Negara Bagian Palmetto dan Amerika.

Ia akan selalu dikenang sebagai Patriot," tulis Wilson.

Perjalanan Politik yang Penuh Dinamika

Sebelum menjadi sekutu dekat, Graham adalah kritikus vokal Donald Trump selama pemilihan pendahuluan Partai Republik 2016.

Politisi Carolina Selatan itu sering menggunakan bahasa kasar untuk menggambarkan Trump selama siklus pemilihan yang sangat kontroversial itu.

Graham pernah menyebut Trump sebagai "jackass", "bigot yang memicu perpecahan ras", dan "calon paling cacat dalam sejarah Partai Republik".

Ia bahkan meramalkan konsekuensi elektoral yang parah jika partai melanjutkan pencalonan Trump.