Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa ia berbicara dengan Senator Lindsey Graham beberapa jam sebelum politikus Partai Republik itu meninggal dunia.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan CNN pada Minggu pagi. Ia mengatakan Graham mengeluh lelah saat menelepon pada pukul 18.30 waktu setempat.

>>> Cara Cek PIP 2026 Online, Status Penerima, Aktivasi Rekening, dan Pencairan Dana

Graham meninggal karena penyakit mendadak dan singkat, menurut stafnya. Penyebab pasti kematian belum diumumkan.

CNN juga memperoleh rekaman audio panggilan darurat pada pukul 20.30, hanya dua jam setelah percakapan Trump-Graham.

Pelapor mengatakan seseorang mengalami nyeri dada dan diduga mengalami henti jantung di kediaman Graham.

Trump mengatakan ia mengetahui kematian Graham pada pukul 02.00 Minggu pagi. Menurutnya, Graham pasti meninggal dengan cepat mengingat mereka baru saja berbicara beberapa jam sebelumnya.

>>> Imigrasi Pangkas Bebas Visa Kunjungan Hingga 87,91 Persen

Saat Tapper mencoba beralih ke topik perang Iran, Trump sedikit kesal dan mengatakan demi menghormati Graham ia tidak akan membahas Timur Tengah.

Trump kemudian menyoroti peran Graham dalam pembelaan Hakim Agung Brett Kavanaugh pada 2018. Ia menyebut momen itu sebagai 'saat terbaik' Graham.

Proses konfirmasi Kavanaugh nyaris gagal akibat tuduhan pelecehan seksual masa mudanya, yang berpuncak pada sidang Senat dengan kesaksian Christine Blasey Ford.

Kavanaugh akhirnya dikonfirmasi sebagai hakim Mahkamah Agung.

>>> Lapor ke Prabowo, Menkop Sebut 83 Ribu Koperasi Merah Putih Terbentuk

Tapper mengakhiri wawancara dengan mengundang Trump kembali ke acaranya. Trump tidak memberikan jawaban pasti, hanya mengatakan ingin CNN 'berada di jalur normal'.