Imigrasi Pangkas Bebas Visa Kunjungan Hingga 87,91 Persen
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memangkas penerbitan Bebas Visa Kunjungan (BVK) hingga 87,91 persen pada semester I 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari penerapan kebijakan selektif (selective policy) untuk memperketat penyaringan warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.
>>> Lapor ke Prabowo, Menkop Sebut 83 Ribu Koperasi Merah Putih Terbentuk
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan pemerintah kini tidak lagi berorientasi pada banyaknya orang asing yang masuk, melainkan lebih mengutamakan kualitas serta manfaat bagi perekonomian nasional.
"Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional tanpa mengabaikan aspek keamanan negara," ujar Hendarsam dalam keterangannya di Bandung, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan data Ditjen Imigrasi, jumlah penerbitan BVK turun drastis dari 438.423 pada semester I 2025 menjadi hanya 52.999 pada periode yang sama tahun ini.
Meski demikian, pengetatan tersebut tidak berdampak pada penerimaan negara.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa justru meningkat 6,42 persen menjadi sekitar Rp2,81 triliun.
Secara keseluruhan, Ditjen Imigrasi menerbitkan 3.924.500 visa sepanjang Januari-Juni 2026 atau turun 6,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.209.465 visa.
Di sisi lain, penerbitan visa kunjungan berbayar indeks C1 justru meningkat 2,76 persen menjadi 3.829.902 visa.
Jenis visa yang paling banyak diterbitkan adalah Visa on Arrival sebanyak 3.481.490, disusul visa kunjungan indeks C1 sebanyak 113.323 dan visa indeks C20 untuk instalasi peralatan sebanyak 83.852.
Sementara itu, program Golden Visa mencatat sebanyak 143 penerbitan selama semester I 2026.
Berdasarkan asal negara, wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung ke Indonesia berasal dari Australia sebanyak 848.802 orang, disusul China sebanyak 668.432 orang, India 334.107 orang, Korea Selatan 202.101 orang, dan Amerika Serikat 186.463 orang.
Update Terbaru
Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon untuk Pertama Kalinya
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Pangeran dan Putri Wales Hadiri Final Wimbledon 2026
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Max Holloway Kalahkan Conor McGregor di UFC 329 Usai Cedera Lutut
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Penyanyi Legendaris India S Janaki Meninggal di Usia 88 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat di Usia 74
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang, Landmark Tutup
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
FIFA Pertimbangkan Perluas Piala Dunia Jadi 64 Tim pada 2030
Minggu / 12-07-2026, 23:42 WIB
Penumpang Tersedot Keluar Pesawat, Bertahan Berkat Sabuk Pengaman
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Fallout: New Vegas Sengaja Lebih Sulit, Ini Kata Josh Sawyer
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Fitur Pencarian AI Google Drive Dianggap Tidak Berguna, Ini Trik Alternatifnya
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Roy Suryo Sengaja Ingin Perkara Terus Bergulir, Ini Strategi Hadapi Jokowi
Minggu / 12-07-2026, 23:26 WIB
PTPP Bawa Proyek Twin Tower UNDIP ke Panggung Konstruksi Dunia
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
FDC Jadikan MOP Padel 2026 Panggung Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Teknologi
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
Polisi OTT Kadishub Siak karena Peras Kontraktor Transportasi Air
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB







