Ahli Kaitkan Retorika Politik dengan Gelombang Kerusuhan di Inggris
Seorang peneliti migrasi memperingatkan bahwa retorika politik dan media arus utama telah menormalisasi sentimen anti-imigran, yang memicu gelombang kerusuhan jalanan di Inggris Raya dan Irlandia Utara.
Luqman Saeed, dosen konflik dan radikalisasi di Ulster University, mengamati demonstrasi anti-imigran meningkat menjadi kerusuhan di Belfast selama dua musim panas berturut-turut.
>>> Costco Digugat Gara-gara Kandungan Logam Berat dalam Protein Powder
Menurut Saeed, pergeseran ke kanan dalam wacana politik Inggris memperlakukan imigrasi sebagai ancaman aktif yang perlu dikendalikan, menciptakan lingkungan sosial yang sangat rentan.
Ia mencatat bahwa suasana ini tetap mudah meledak setiap kali terjadi peristiwa pemicu yang melibatkan komunitas minoritas.
"Ada tingkat kecemasan dasar tentang imigrasi," kata Saeed, seperti dikutip The Japan Times.
>>> Bonnie Tyler Raih 1 Miliar Streaming Spotify untuk Total Eclipse of the Heart
Ia menjelaskan bahwa peristiwa spesifik bertindak sebagai katalis untuk melepaskan kecemasan publik yang terpendam dalam kondisi ini.
"Dalam lingkungan khusus ini, jika ada insiden tragis terjadi dan pelakunya adalah orang kulit berwarna, itulah kejutan informasi," ujar Saeed.
Saeed, yang pindah dari Pakistan ke Inggris pada 2018 sebelum pindah ke Belfast pada 2022, mendasarkan analisisnya pada penelitian selama satu dekade tentang bagaimana komunitas beralih ke ideologi kekerasan.
>>> Verifikasi Wajah untuk SIM Resmi Berlaku, Kemkomdigi Awasi Pelaksanaan
Para ahli memperingatkan bahwa pergeseran ke kanan dalam retorika politik arus utama sedang memicu kerusuhan kekerasan di jalan-jalan Irlandia Utara.
Update Terbaru
Aktor China Xu Peng Banting Setir Jual Sayur gegara AI
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Lenovo Hentikan Handheld Retro G02 yang Dijual dengan ROM Ilegal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
id Software Punya Rencana Game Co-op Doom, Perfect Dark Baru, dan Cyberpunk ala John Wick Sebelum PHK Massal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Trump Gunakan Rencana 1925 untuk Legalkan Monumen di Washington
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Solo Leveling: Karma Rilis Trailer Cerita dan Pertarungan
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Rahm Emanuel Peringatkan Israel soal Isolasi Diplomatik Akibat Perang Gaza
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Bus MTA Tabrak Gedung di Maryland, 33 Orang Terluka
Kamis / 09-07-2026, 18:23 WIB
Hakeem Jeffries Abaikan Potensi Tantangan Kepemimpinan dari Kandidat Progresif
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB
Tom Hanks Rayakan Ulang Tahun ke-70, Karier Akting Tetap Bergelora
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB
Heidi Klum Tolak Tren Penurunan Berat Badan Hollywood, Pilih Tubuh Berisi
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Pilot Bunuh Diri Lompat dari Pesawat, Tinggalkan Murid di Argentina
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Comeback Argentina vs Mesir Cetak Rekor Pencarian Google
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Digempur AS, Kereta Teheran ke Kota Pemakaman Ali Khamenei Mandek
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Prabowo Sampaikan Bela Sungkawa atas Gugurnya 3 Polisi saat Gerebek Narkoba di Kalteng
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB







