Pemerintah Qatar pada Minggu, 12 Juli 2026, mengumumkan bahwa mantan pemimpin negara, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, telah meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Pengumuman tersebut memicu masa berkabung resmi di Timur Tengah dan penghormatan dari berbagai negara.

>>> Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang, Landmark Tutup

"Biro Emir berduka atas kehilangan besar bagi bangsa ini," demikian pernyataan resmi pemerintah Qatar.

Pihak berwenang Qatar menjadwalkan salat jenazah pada Minggu malam dan menetapkan masa berkabung publik selama beberapa hari.

Selama masa berkabung, kantor pemerintah dan lembaga publik ditutup, serta bendera dikibarkan setengah tiang.

Penghormatan dari Pemimpin Dunia

Raja Charles dan Ratu Camilla dari Inggris menyampaikan penghormatan bersama, menyebut kepemimpinan, visi, dan komitmen Sheikh Hamad terhadap kesejahteraan rakyat Qatar sangat dikagumi.

Pasangan kerajaan itu menambahkan bahwa Sheikh Hamad telah mengabdikan bertahun-tahun dalam pelayanan yang gemilang bagi Qatar.

India juga mendeklarasikan hari berkabung nasional dan membatalkan semua acara hiburan publik sebagai bentuk penghormatan.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut Sheikh Hamad sebagai pemimpin visioner yang membawa Qatar ke tingkat pembangunan dan kemakmuran yang tinggi.

>>> FIFA Pertimbangkan Perluas Piala Dunia Jadi 64 Tim pada 2030

Modi juga mengenangnya sebagai sahabat sejati yang pernah ditemuinya saat kunjungan ke Qatar pada Februari 2024.

Warisan Kepemimpinan

Sheikh Hamad mengambil alih kepemimpinan pada Juni 1995 melalui kudeta tak berdarah terhadap ayahnya.

Ia mengubah Qatar dari negara yang kekurangan minyak menjadi raksasa ekspor gas alam cair melalui kemitraan global dan investasi.

Selama 31 tahun masa kepemimpinannya, ia mendirikan jaringan televisi Al Jazeera dan Otoritas Investasi Qatar.

Otoritas tersebut mengakuisisi aset internasional seperti Harrods dan Paris Saint-Germain.

Masa jabatannya juga menuai sorotan internasional, terutama setelah Qatar memperoleh hak tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2010.

Meskipun Qatar dibersihkan dari tuduhan korupsi terkait, negara itu menghadapi kritik keras atas catatan hak asasi manusia dan laporan sekitar 6.500 pekerja migran meninggal.

>>> Penumpang Tersedot Keluar Pesawat, Bertahan Berkat Sabuk Pengaman

Pemerintah Qatar mencatat bahwa banyak kematian yang tercatat adalah penduduk jangka panjang yang tidak bekerja pada infrastruktur turnamen.