Data Galaksi Baru Tekan Asumsi Kosmologi Inti, Langsung Dapat Bantahan
Data baru dari instrumen DESI (Dark Energy Spectroscopic Instrument) kembali memicu perdebatan tentang prinsip kosmologis, asumsi dasar yang menjadi fondasi model standar kosmologi.
Dua fisikawan, Francesco Sylos Labini dan Marco Galoppo, menganalisis orientasi pasangan galaksi dalam data DESI.
>>> Efek Diet Karnivora pada Tubuh: Risiko Kolesterol hingga Gagal Ginjal
Mereka menemukan bahwa galaksi-galaksi tersebut cenderung sejajar dalam filamen dan dinding yang koheren, bukan acak seperti yang diprediksi prinsip kosmologis.
Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature pada tahun ini. Namun, klaim tersebut langsung mendapat bantahan keras dari komunitas ilmiah.
Bantahan Cepat dari Ilmuwan Lain
Fisikawan Till Sawala merilis makalah sanggahan tak lama setelah publikasi Nature.
Ia berargumen bahwa Sylos Labini dan Galoppo melakukan kesalahan dalam menghitung jarak galaksi, yang membuat pola orientasi tampak lebih besar dari sebenarnya.
Sawala membandingkan data DESI yang sama dengan simulasi FLAMINGO. Ia menemukan bahwa ketika menggunakan jarak comoving standar, struktur yang diamati sesuai dengan prediksi model Lambda CDM.
>>> Mathieu van der Poel Menang Sprint Empat Pembalap di Etape 9 Tour de France
John Peacock, profesor kosmologi di Universitas Edinburgh, juga menyatakan skeptisisme.
Ia mengatakan klaim tersebut bertentangan dengan data struktur skala besar lainnya, termasuk hasil lain dari dataset DESI yang sama.
Peacock menambahkan bahwa klaim ini memerlukan konfirmasi independen, kemungkinan dari kolaborasi DESI yang lebih luas, sebelum diterima secara luas.
Perdebatan masih terbuka. Jika sanggahan Sawala valid, data DESI akan konsisten dengan model standar.
Jika analisis asli bertahan, kosmolog harus mempertimbangkan kembali seberapa yakin mereka terhadap prinsip kosmologis pada skala terbesar.
>>> Keluarga Kerajaan Inggris Hadiri Final Wimbledon 2026
Data tambahan dari operasi DESI yang sedang berlangsung, serta hasil dari teleskop Euclid yang akan datang, diharapkan dapat menyelesaikan perselisihan ini.
Update Terbaru
Tan Kian, Pemilik Pacific Place, Kembali Terseret Kasus Asabri
Senin / 13-07-2026, 02:27 WIB
Roy Suryo Cabut Kuasa dari TAAKAA, Kecewa dengan Pernyataan Ahmad Khozinudin
Senin / 13-07-2026, 02:27 WIB
Mahfud MD Tagih Janji Prabowo Berantas Mafia Hukum
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Amerika Minta Dunia Tak Pedulikan Klaim Iran di Selat Hormuz: Jalur Itu Tetap Dibuka
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Mangmi Luncurkan Air Y dan Air Y Pro, Handheld Gaming Android Vertikal
Senin / 13-07-2026, 02:22 WIB
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok usai Cristiano Ronaldo Tersingkir
Senin / 13-07-2026, 02:13 WIB
Tulang yang Terlupakan di Laci Ungkap Penemuan Dinosaurus Pertama di Antartika
Senin / 13-07-2026, 02:00 WIB
Peta Cuaca Ramalkan Dinding Hujan Besar Guyur Inggris
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Cristopher Sanchez Jadi Starter NL di MLB All-Star Game 2026
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Pencarian Tiga Orang Hilang di Lake Pepin Setelah Perahu Terbalik
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Jim Cramer Kaitkan Penurunan Nasdaq dengan SpaceX, Peringatkan Investor Teknologi
Senin / 13-07-2026, 01:49 WIB
Washington Nationals Pertahankan James Wood, Outfielder yang Memimpin MLB
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB
Walker Jenkins Masuk Skuad Futures Game Usai Tampil Impresif di Triple A
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB
Yankees Pilih Luke Pettitte di Putaran Kedelapan Draft MLB 2026
Senin / 13-07-2026, 01:47 WIB







