Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah klaim Iran yang menyatakan Selat Hormuz telah ditutup. Ia menegaskan jalur pelayaran internasional itu masih terbuka untuk kapal-kapal komersial.

"Selat Hormuz tetap terbuka. Kami menghantam mereka habis-habisan tadi malam," ujar Trump dalam pernyataannya, Senin (13/7).

>>> Mangmi Luncurkan Air Y dan Air Y Pro, Handheld Gaming Android Vertikal

Trump mengklaim Iran telah menyetujui hampir seluruh tuntutan Washington dalam perundingan yang baru berlangsung. Menurutnya, kesepakatan yang dihasilkan sangat menguntungkan Amerika Serikat.

"Kami mengadakan pertemuan dengan mereka sepanjang hari. Kemarin mereka menyetujui sebuah kesepakatan.

Kesepakatan yang sempurna bagi kami. Tidak ada nuklir.

Tidak ada ini. Tidak ada itu.

Tidak ada apa pun. Mereka menyerahkan semuanya," kata Trump.

>>> Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok usai Cristiano Ronaldo Tersingkir

Namun, Trump mengklaim situasi berubah drastis setelah delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan. Iran justru melancarkan serangan hanya sekitar satu jam setelah pembicaraan berakhir.

"Kemudian dalam waktu satu jam, mereka meluncurkan drone dan menyerang sebuah kapal. Saya katakan, kalian ini sakit.

Kalian adalah orang-orang yang sakit," ujar Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir memperkeruh hubungan kedua negara.

Sebelumnya, Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer AS. Namun Washington menegaskan jalur tersebut masih dapat dilalui kapal-kapal komersial.

>>> Tulang yang Terlupakan di Laci Ungkap Penemuan Dinosaurus Pertama di Antartika

Perbedaan klaim dari kedua pihak menunjukkan situasi di kawasan masih sangat dinamis. Amerika Serikat menyatakan peluang penyelesaian melalui diplomasi sempat terbuka sebelum kembali runtuh akibat eskalasi terbaru.