Pasukan Amerika Serikat menyerang lebih dari 100 target di Iran pada Sabtu malam, eskalasi terbaru dalam pertempuran yang kembali memanas antara kedua negara.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan menggunakan amunisi dari jet tempur, kapal di perairan sekitar, dan drone AS.

>>> Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon untuk Pertama Kalinya

Target meliputi situs rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pesisir.

Teheran membalas dengan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan AS di Yordania, Qatar, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab.

Iran mengaku menyasar infrastruktur pendukung angkatan laut, meski belum jelas apakah amunisi mencapai sasaran.

Belum ada laporan korban jiwa akibat pertempuran akhir pekan ini. Serangan Sabtu merupakan yang terbesar sejak AS dan Iran kembali berperang pekan ini.

Kronologi Eskalasi

Pertempuran kembali pecah setelah AS menargetkan situs rudal Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Selat kritis itu menjadi pusat negosiasi beberapa pekan terakhir.

Ketegangan meningkat pada Senin saat kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz diserang.

Pertempuran terjadi sekitar pertengahan masa gencatan senjata 60 hari yang disepakati dalam nota kesepahaman antara Washington dan Teheran.

>>> Pangeran dan Putri Wales Hadiri Final Wimbledon 2026

Pada Rabu di KTT NATO di Turki, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir". Sejak itu kedua negara saling menyerang dua kali lagi.

Militer AS mempertahankan kekuatan besar di sekitar selat, dengan dua kapal induk dan beberapa kapal perusak, serta beberapa skuadron tempur.

Boxer Amphibious Ready Group, yang membawa lebih dari 2.000 marinir, tiba di area tanggung jawab CENTCOM pekan lalu.

Menurut CENTCOM, pasukan AS menghantam 80 target pada 7 Juli dan 90 target pada 8 Juli.

Dalam setiap putaran serangan, mereka menargetkan kapal dan aset maritim lainnya, serta pertahanan udara dan lokasi peluncuran rudal.

Pasukan AS telah menghantam lebih dari 300 target selama enam hari pertempuran terakhir.

Pada Minggu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan selat itu ditutup sementara sebagai respons atas serangan.

>>> Max Holloway Kalahkan Conor McGregor di UFC 329 Usai Cedera Lutut

CENTCOM dalam unggahan media sosial Minggu menyatakan "pasukan AS diposisikan dan siap" menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk navigasi.