India mengutuk keras serangan terhadap kapal yang membawa warga negaranya di Selat Hormuz pada Minggu (12/7) pagi.

Satu warga negara India dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.

>>> Prabowo: 30 Tahun Terakhir Indonesia Dikuasai Paham Ekonomi Neoliberal

Kementerian Luar Negeri India menyatakan, 10 dari 11 warga India di kapal GFS Galaxy telah diselamatkan. Satu orang masih dalam pencarian.

"Kedutaan kami di Oman memantau situasi dengan cermat dan berkoordinasi dengan otoritas Oman dalam operasi pencarian dan penyelamatan," demikian pernyataan kementerian tersebut.

India menegaskan bahwa penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil harus diakhiri. Navigasi bebas melalui jalur air internasional harus dipulihkan sesuai hukum internasional.

Kronologi Serangan dan Eskalasi

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak dua kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dan Minggu (12/7).

>>> Prabowo Sindir Parpol: Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingan

Iran beralasan kapal-kapal tersebut melanggar rute yang ditetapkan.

Amerika Serikat kemudian melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu dini hari. Iran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara Teluk.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dar menekankan pentingnya de-eskalasi dan pengekangan, sesuai kesepakatan MOU Islamabad pada Juni 2026.

Oman mengajukan proposal untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz melalui dua rute terpisah: koridor utara dan selatan.

>>> Hampir 2 Juta Warga China Timur Dievakuasi Akibat Topan Bavi

Koridor selatan melalui perairan Oman memungkinkan navigasi bebas, sementara koridor utara melalui perairan Iran memerlukan persetujuan Iran tanpa biaya tol.