Iran menyatakan setidaknya tujuh kota di negara tersebut menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (12/7).

Serangan ini merupakan bagian dari perang terbaru yang semakin memanas di Timur Tengah.

>>> Golkar: DIM RUU Pemilu Belum Ada, Pembahasan Saja Belum Mulai

Kantor berita IRNA mengutip seorang pejabat dari Provinsi Bushehr, Iran. Pasukan AS menyerang lima kota di provinsi tersebut, yaitu Asaluyeh, Dir, Bushehr, Dashti, dan Tangestan.

Provinsi Bushehr terletak di pantai selatan Iran dan telah berulang kali menjadi sasaran selama perang.

Serangan sebelumnya menghancurkan infrastruktur sipil di provinsi itu, termasuk daerah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Selain lima kota tersebut, AS juga menyerang pinggiran kota Veysian di Provinsi Lorestan, barat Iran.

Wakil pejabat urusan politik, keamanan, dan sosial, Saeed Pourali, mengatakan tidak ada korban jiwa dan kondisi di kota tersebut kini normal.

IRNA melaporkan pangkalan di kota Khondab di Iran barat dihantam oleh "proyektil musuh". Serangan itu terjadi pada pagi hari dan kerugian manusia serta finansial sedang ditinjau.

Iran Balas Serang Pangkalan AS di Teluk

Iran menargetkan beberapa situs militer AS di seluruh Teluk pada hari yang sama. Warga negara-negara Teluk langsung menyelamatkan diri akibat serangan tersebut.

>>> Pelari 59 Tahun Finis Senior Happy Run 5K 2026 di Bawah 17 Menit

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, menurut laporan media IRIB.

IRGC juga melakukan serangan berat dan mendadak terhadap fasilitas dukungan logistik untuk kapal angkatan laut dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.