Oman mengajukan proposal untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz melalui dua rute yang dikendalikan secara terpisah.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

>>> BPOM Temukan 12 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Menurut sumber yang dikutip CNN, Minggu (12/7), kesepakatan yang belum final itu akan membuka dua koridor.

Koridor Selatan melintasi perairan teritorial Oman dan memungkinkan navigasi bebas seperti kondisi sebelum perang.

Sementara itu, kapal yang melintasi Koridor Utara melalui perairan teritorial Iran harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Teheran.

Namun, tidak ada biaya tol yang dikenakan berdasarkan kesepakatan tersebut.

Pertemuan di Muscat dan Mediasi Qatar

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi di Muscat pada Sabtu (11/7).

Keduanya membahas mekanisme untuk memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal di perairan tersebut.

>>> Besok Hari Pertama Anak Sekolah, ASN Boleh WFA

Al Jazeera melaporkan bahwa Qatar juga turut serta dalam pertemuan tersebut. Qatar disebut sebagai salah satu mediator dalam negosiasi AS-Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar juga berbicara melalui telepon dengan Araghchi. Keduanya bertukar pandangan tentang situasi regional yang berkembang.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Dar menekankan pentingnya de-eskalasi dan pengekangan, sebagaimana disepakati dalam MOU Islamabad pada Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan perselisihan.

Menurut laporan Al Jazeera, Dar dan Araghchi sepakat untuk tetap berhubungan erat.

Perang di kawasan Teluk Persia terbaru dipicu oleh IRGC Iran yang menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute.

>>> Tak Sekadar Bersih, Ini Cara Baru Ciptakan Rumah yang Lebih Nyaman

Amerika Serikat kemudian menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.