Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menembak sebuah kapal di Selat Hormuz pada Minggu (12/7).

Kapal tersebut merupakan kapal kedua yang menjadi sasaran tembakan Iran.

>>> Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026: Argentina vs Inggris, Prancis vs Spanyol

Sebelumnya, Iran menembak sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang memicu penutupan Selat Hormuz. Peristiwa itu juga membuka babak baru perang Iran melawan Amerika Serikat.

"Kapal kedua yang dituduh melanggar peraturan di Selat Hormuz telah dihantam," demikian pernyataan IRGC yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, Minggu (12/7).

IRGC juga menambahkan bahwa mereka telah menyerang pangkalan AS di Qatar.

Serangan ini terjadi beberapa puluh menit setelah Iran menyerang sejumlah lokasi militer di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania.

Negara-negara tersebut dianggap membantu atau memiliki fasilitas militer AS. IRGC menyebut akan membalas apa yang mereka klaim sebagai pangkalan tempat serangan terhadap wilayah Iran dilancarkan.

Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di kawasan Teluk, karena memberikan bantuan kepada Amerika. Iran memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk.

Mereka menegaskan bahwa setiap kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran dan mencoba melintasi Selat Hormuz secara independen dianggap melanggar nota kesepahaman.

>>> Menteri UMKM Pastikan Pendapatan Ojol Tak Turun dengan Skema Komisi 8%

Iran menilai tindakan itu melawan kepentingan Republik Islam Iran dan harus dibalas.

Serangan Balasan AS

Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyebut serangan pertama mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.

Serangan itu dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump setelah pasukan IRGC secara terang-terangan menyerang kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz.

"Amerika Serikat memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," kata CENTCOM.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, "Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya."

Beberapa jam kemudian, CENTCOM menyatakan telah menyerang sekitar 140 target militer Iran.

>>> Kualifikasi Tak Sesuai Target, Veda Ega Siap Comeback di Moto3 Jerman

Target tersebut meliputi lokasi rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai.