Militer Kuwait menyatakan berhasil mencegat "target udara musuh" yang melintasi wilayah udara negara tersebut pada Minggu (12/7).

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana sejumlah negara menjadi sasaran serangan drone dan rudal.

>>> Ibu-Ibu Berbaju Adat Kalimantan Antusias Ikut Senior Happy Run 5K 2026

Dalam pernyataan resmi, Staf Umum Angkatan Darat Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar oleh warga merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh.

Militer juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari lembaga pemerintah terkait.

Meski demikian, pihak militer tidak menyebutkan secara spesifik asal serangan tersebut.

Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Kuwait

Sebelumnya, Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Menurut laporan IRIB yang dikutip Al Jazeera, tentara Iran menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar milik AS di Kuwait.

>>> Marc Marquez Bela Bezzecchi: Karma Itu Tidak Ada

Iran menyatakan serangan itu sebagai respons atas serangan AS yang berkelanjutan di wilayah selatan Iran.

Iran juga mengkritik negara-negara Arab Teluk yang dianggap memberikan bantuan kepada Amerika Serikat.

Namun, Iran menegaskan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, melainkan hanya menargetkan sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.

Ketegangan terbaru ini dipicu oleh penembakan kapal kontainer berbendara Siprus oleh IRGC Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute.

>>> Argentina ke Semifinal Piala Dunia, Messi Buka Baju dan Senyum Lebar

Amerika Serikat kemudian melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.