Iran Klaim Serang Kuwait, Bahrain, dan Qatar Setelah Yordania
Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, yaitu Kuwait, Bahrain, dan Qatar, pada Minggu (12/7).
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
>>> Senior Happy Run 5K 2026 Jadi Ajang Promosi Lima Destinasi Super Prioritas
Menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, seperti dilaporkan Al Jazeera, tentara Iran mengatakan telah melancarkan gelombang serangan drone ke lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Dalam pernyataannya, tentara Iran menyebut telah menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.
Gelombang serangan drone lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain.
Tentara Iran mengatakan serangan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS yang berkelanjutan di wilayah selatan Iran.
Serangan Rudal ke Qatar dan Tindakan Lain
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara Al Udeid di Qatar dengan rudal balistik.
Mereka mengklaim telah menghancurkan pusat perawatan dan perbaikan pesawat tempur, serta pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut.
Selama 40 menit, Qatar meminta warga sipil untuk masuk ke dalam ruangan dan menghindari tempat terbuka. Terdengar suara ledakan di langit Doha dan asap yang mengindikasikan pencegatan.
>>> Sambut HDI 2026, DWP Kemensos dan Viva Cosmetics Gelar Beauty Class
Namun, pemerintah Qatar kemudian menyatakan bahaya telah berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas.
IRGC juga mengatakan telah menembak dan menghentikan kapal kedua yang dianggap sebagai "kapal pelanggar" di Selat Hormuz.
Secara terpisah, IRGC menyebut akan membalas pangkalan yang menjadi tempat serangan terhadap wilayah Iran.
Iran mengkritik negara-negara Arab di Teluk karena dianggap memberikan bantuan kepada Amerika.
Iran menegaskan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil, melainkan sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.
Rentetan serangan ini terjadi tak lama setelah IRGC menyerang fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania, dengan beberapa rudal balistik.
>>> Daftar 4 Tim yang Tersingkir di Perempat Final Piala Dunia 2026
IRGC mengklaim telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone MQ-9 di pangkalan tersebut.
Update Terbaru
Kualifikasi Tak Sesuai Target, Veda Ega Siap Comeback di Moto3 Jerman
Minggu / 12-07-2026, 13:01 WIB
7 Ciri-ciri Orang yang Mudah Iri pada Orang Lain, Perhatikan Sikapnya
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
Penyanyi Bass Korea Yoo Seung-ho Raih Juara Kedua di Kompetisi Menyanyi Internasional Sumi Jo di Prancis
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
MRT Jakarta Selesaikan Terowongan Bawah Tanah Terdalam di Indonesia
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
Haaland Tak Kaget Bellingham Cetak Dua Gol Saat Inggris Kalahkan Norwegia
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat di Usia 74 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
Militer Kuwait Berhasil Cegat Target Udara Musuh, Imbau Warga Tenang
Minggu / 12-07-2026, 13:00 WIB
Ibu-Ibu Berbaju Adat Kalimantan Antusias Ikut Senior Happy Run 5K 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:57 WIB
Marc Marquez Bela Bezzecchi: Karma Itu Tidak Ada
Minggu / 12-07-2026, 12:57 WIB
Bocoran Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh hingga 10.100 mAh, Rilis 14 Juli 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:57 WIB
Argentina ke Semifinal Piala Dunia, Messi Buka Baju dan Senyum Lebar
Minggu / 12-07-2026, 12:52 WIB
5 Warna Keberuntungan Rumah Menurut Feng Shui Sesuai Arah Mata Angin, Bikin Hoki Mengalir
Minggu / 12-07-2026, 12:51 WIB
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
Minggu / 12-07-2026, 12:51 WIB
Viral Nyinyir Amanda Zahra, Dokter Kecantikan Ini Minta Maaf dengan Mata Sembab: Saya Menyesal!
Minggu / 12-07-2026, 12:32 WIB







