Mitsubishi Motors resmi menggandeng startup teknologi asal Jepang, Highlanders, untuk mengembangkan robot humanoid yang akan digunakan di pabrik mereka.

Langkah ini diambil setelah bertahun-tahun Mitsubishi tertinggal dalam modernisasi produksi dibandingkan para pesaing.

>>> Viral Nyinyir Amanda Zahra, Dokter Kecantikan Ini Minta Maaf dengan Mata Sembab: Saya Menyesal!

Dengan robot cerdas berteknologi AI, Mitsubishi berharap bisa menutup celah efisiensi sekaligus menghadapi tantangan industri otomotif yang semakin kompleks.

Highlanders adalah perusahaan rintisan yang lahir dari Universitas Tokyo. Mitsubishi tidak hanya bekerja sama, tetapi juga sudah berinvestasi di dalamnya.

CEO Mitsubishi, Takao Kato, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan upaya membangun fondasi industri baru di mana manusia dan robot bekerja berdampingan.

Produksi robot humanoid ini ditargetkan mulai 2027 di pabrik Mitsubishi di Kyoto.

Lokasi tersebut sebelumnya digunakan untuk memproduksi mesin, dan kini akan dialihfungsikan untuk merakit robot dengan kapasitas hingga 1.000 unit per bulan.

Pabrik Kyoto akan menjadi pusat produksi robot humanoid Mitsubishi. Robot-robot ini awalnya akan digunakan untuk tugas internal seperti mengangkut komponen dan merakit mesin.

Jika terbukti andal, Mitsubishi berencana menjualnya ke produsen lain, membuka peluang bisnis baru di luar otomotif.

>>> Cara Mudah Dapat Saldo Dana Gratis Lewat 5 Aplikasi Game Terbaik 2026

Alasan di Balik Langkah Ini

Berbeda dengan kebanyakan perusahaan yang beralih ke robot demi memangkas ongkos upah dan mengurangi kebutuhan akan buruh manusia, alasan utama Mitsubishi justru sebaliknya.

Mereka mengembangkan robot humanoid karena kekurangan tenaga kerja di Jepang. Dengan populasi menua dan jumlah pekerja menurun, industri otomotif menghadapi tantangan besar.