Mitsubishi memilih solusi yang tak terduga: bukan sekadar otomatisasi biasa, melainkan humanoid robot yang fleksibel mengikuti kebutuhan produksi.

Langkah ini juga membedakan Mitsubishi dari pesaing seperti BMW yang membeli mesin dari pemasok luar, sementara Mitsubishi memilih mengembangkan dan merakit sendiri.

Mitsubishi menandatangani Memorandum of Understanding dengan Highlanders, menjadi kerja sama pertama antara merek mobil dan perusahaan robot humanoid untuk produksi massal.

Robot dilengkapi AI untuk mengerjakan berbagai tugas di lini produksi, mulai dari logistik hingga perakitan.

Mitsubishi menekankan bahwa robot bukan untuk menggantikan manusia, melainkan bekerja bersama dalam sistem produksi baru.

>>> Prancis dan Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026

Dengan memanfaatkan rantai pasok otomotif yang sudah ada, robot ini bisa dikembangkan untuk berbagai fungsi, dari pengelasan hingga distribusi komponen.