Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan tuntutan seluruh rakyat Iran dan dipastikan akan dilakukan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dirilis di akun Telegram resminya bertepatan dengan prosesi pemakaman sang ayah.

>>> Alasan Ole Romeny Pilih Fortuna Sittard dari Oxford United

Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa rencana pembalasan tidak bergantung pada dirinya maupun pejabat pemerintah lainnya.

Menurutnya, keinginan untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei telah menjadi tekad bangsa Iran.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," tulis Mojtaba Khamenei.

Ia juga menegaskan bahwa proses tersebut tetap akan berjalan meski terjadi perubahan kepemimpinan di Iran.

Baginya, kematian sang ayah tidak akan menghentikan perjuangan yang selama ini diyakini oleh Republik Islam Iran.

"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," lanjutnya.

Mojtaba turut berjanji akan membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei beserta para korban lain yang gugur dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia menyebut pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaku kejahatan yang harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan pada Jumat (10/7) dini hari waktu setempat di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.

Lokasi tersebut merupakan salah satu situs suci paling dihormati umat Syiah di Iran.

>>> Hisense A10: Ponsel E-Ink dengan Layar Warna yang Bisa Dilepas