Pertumbuhan E-Commerce Belum Merata, Jawa Masih Jadi Pusat Transaksi Digital
Perdagangan elektronik atau e-commerce kerap dianggap mampu menghapus batasan jarak antarwilayah di Indonesia.
Namun, riset terbaru dari NEXT Indonesia Center menunjukkan bahwa aktivitas belanja dan jualan online masih sangat terpusat di Pulau Jawa.
>>> Koleksi Toton 2027 'Kala': Nasionalisme di Tengah Ketidakadilan
Peneliti NEXT Indonesia Center, Rezky Reza Pratama, menyoroti ketimpangan yang nyata ini.
Menurutnya, anggapan bahwa penjual di daerah bisa dengan mudah menjangkau pembeli di kota besar sering kali hanya teori.
"Kita tidak boleh hanya melihat total nilai transaksi e-commerce nasional yang besar.
Internet memang bisa diakses dari mana saja, tetapi di lapangan bergantung pada pengiriman barang, stabilitas sinyal, daya beli, dan pemahaman digital," ujar Reza di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Ia menambahkan bahwa jika ketimpangan ini tidak segera diperbaiki, ekonomi digital justru akan memperlebar kesenjangan kesejahteraan.
Data Susenas 2025: 54 Juta Orang Belanja Online
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang diolah NEXT Indonesia Center, sekitar 54,0 juta orang atau 19,18% penduduk Indonesia aktif berbelanja daring.
Sementara itu, jumlah yang berjualan online baru sekitar 9,7 juta orang atau 3,43% dari total penduduk.
Ketimpangan semakin terlihat pada persebaran wilayah.
Daerah dengan aktivitas digital tinggi umumnya adalah kawasan perkotaan padat penduduk, pusat pendidikan, atau wilayah yang terhubung dengan pusat ekonomi besar.
Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta memimpin sebagai wilayah dengan rasio penjual daring tertinggi, mencapai 10,10% dari total penduduk.
Disusul Kota Salatiga (9,25%), Kota Yogyakarta (9,13%), Kota Batu (8,92%), dan Kota Malang (8,67%).
Kelima daerah ini memiliki pola serupa: wilayah tidak terlalu luas, penetrasi internet kuat, dan perekonomian cukup baik.
Update Terbaru
120 Menit di Kansas City! Argentina Susah Payah Gilas 10 Pemain Swiss 3-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Gempa Bongkar Keropos Revolusi Venezuela: Proyek Perumahan Chávez Runtuh
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Throuple: Antara Cinta Bertiga dan Risiko Kecemburuan
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Wamenkomdigi Ajak Keluarga Hidupkan Budaya Menonton Bersama demi Ruang Digital Aman
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Nam Joo Hyuk Alami 'Keracunan Air' Saat Syuting Drakor The East Palace
Minggu / 12-07-2026, 12:12 WIB
Ramalan Zodiak 12 Juli: Scorpio Sabar dan Konsisten, Libra Jangan Memaksa
Minggu / 12-07-2026, 12:11 WIB
Meta Tarik Fitur AI Muse Image dari Instagram Setelah Banjir Kritik
Minggu / 12-07-2026, 12:11 WIB
Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Prediksi dan Statistik
Minggu / 12-07-2026, 12:09 WIB
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Klasik Penuh Sejarah
Minggu / 12-07-2026, 12:09 WIB







