Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 menyuguhkan drama memukau sekaligus menegangkan antara Argentina dan Swiss. Bertanding di Stadion City of Kansas City pada Sabtu (11/7) waktu setempat atau Minggu (12/7) dini hari WIB, La Albiceleste julukan timnas Argentina harus melewati jalur neraka berdurasi 120 menit untuk akhirnya menekuk Swiss dengan skor 3-1.
 
Kemenangan ini sekaligus mengantar sang juara bertahan melangkah mulus ke panggung semifinal, meski harus dibayar dengan frustrasi dan perlawanan alot dari tim Eropa yang bermain dengan 10 pemain sejak babak kedua.
 

Awal yang Sempurna: Sihir Messi dan Tandukan Mac Allister

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Argentina langsung menunjukkan taring mereka sebagai juara bertahan. Tekanan intens yang dilakukan sejak menit awal berbuah manis pada menit ke-10.
 
Berawal dari visi magis Lionel Messi yang melepaskan umpan terobosan mematikan, Alexis Mac Allister tampil tepat waktu di kotak penalti. Dengan lompatan sempurna, Mac Allister menanduk bola secara presisi ke sudut gawang, membuat kiper Gregor Kobel tak berdaya. Skor 1-0 untuk keunggulan Argentina pun tak terelakkan.
 
Kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Argentina pada 45 menit pertama. Sirkulasi bola yang cepat dan pergerakan tanpa bola dari para gelandang mereka membuat lini tengah Swiss kesulitan berkembang.
 

Kebangkitan Swiss dan Momen Kontroversial Embolo

Memasuki babak kedua, Swiss di bawah asuhan Murat Yakin melakukan penyesuaian taktik. Mereka mulai lebih berani melepas tembakan dan mencari celah di balik agresivitas bek Argentina.
 
Kerja keras mereka berbuah hasil pada menit ke-67. Melalui skema serangan balik yang kilat, Dan Ndoye berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Argentina. Tendangan kaki kanannya yang tajam bersarang di jala Emiliano Martinez, mengubah papan skor menjadi 1-1.
 
Keseimbangan kedudukan ini memicu tensi pertandingan. Namun, drama sesungguhnya terjadi ketika Swiss justru harus bermain dengan 10 pemain. Penyerang andalan mereka, Breel Embolo, mendapat kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah. Keputusan wasit ini kontroversial lantaran Embolo kedapatan melakukan diving atau menjatuhkan diri di kotak penalti, sebuah keputusan yang membuat skuad Swiss frustrasi.