Priscilla masih ingat saat menyadari throuple-nya mulai retak. Tunangannya, Kiara, mencium pacar bersama mereka, Olivia, terlalu lama.

Suatu malam, setelah makan malam romantis di Savannah, Georgia, Olivia dan Kiara berciuman di kursi depan mobil keluarga seolah tak akan berhenti.

>>> Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor

Priscilla mencoba menyentuh bahu tunangannya, tapi sabuk pengamannya terkunci. Melepasnya dan bersandar terasa mengganggu.

Kiara dan Olivia seakan melupakannya.

Menyaksikan ciuman itu dari kursi belakang yang penuh mainan bayi, Priscilla berpikir seharusnya gilirannya duduk di depan. Ia selalu di kursi belakang.

"Aku khawatir, apakah aku kurang diinginkan?" kata Priscilla.

"Akankah aku digantikan?"

Awal yang Indah, Akhir yang Pahit

Awalnya, Priscilla merasa gembira berada dalam throuple.

Ia dan Kiara telah bersama delapan tahun, dan menambah orang ketiga terasa seperti cara menjelajahi non-monogami tanpa kehilangan satu sama lain.

Olivia adalah teman lama, sehingga anak-anak Priscilla dan Kiara nyaman dengannya. Saat anak-anak tidur, mereka bertiga berjalan ke pantai sambil bergandengan tangan.

Di malam hari, mereka tidur melingkar membentuk rantai pelukan. Priscilla memeluk Olivia, dan Olivia memeluk Kiara.

Kadang Priscilla terbangun sendirian di satu sisi tempat tidur, melihat Kiara dan Olivia berpelukan tanpa dirinya. Awalnya itu tidak mengganggunya.

"Aku merasa sedikit ditinggalkan, tapi aku senang Kiara bahagia," ujar Priscilla.

Masalah mulai muncul ketika Priscilla dan Kiara tidak hanya bernafsu, tetapi benar-benar jatuh cinta pada Olivia.

"Masalah throuple adalah ketika emosi sungguhan terlibat, segalanya menjadi lebih rumit," kata Priscilla.

Dinamika Kekuasaan yang Bergeser

Dalam throuple, tiga orang berkomitmen membentuk unit romantis bersama. Berbeda dengan non-monogami lain, throuple berkencan, berhubungan seks, dan kadang membesarkan anak sebagai tiga.