Sesekali membalas pesan dengan satu kata mungkin masih wajar. Namun, jika terus-menerus dilakukan, kebiasaan ini bisa merusak hubungan.

Fenomena ini dikenal sebagai 'dry texting', yaitu mengirim pesan singkat yang terkesan datar dan tidak antusias. Psikolog menyarankan untuk menghindarinya karena dapat membuat lawan bicara tidak nyaman.

>>> Pelatih Norwegia Kirim Sinyal ke Inggris Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026

Menurut psikolog Amelia Kelley, dry texting adalah serangkaian perilaku yang membuat seseorang tampak tidak tertarik atau enggan terlibat dalam percakapan.

Dampak Dry Texting pada Hubungan

Berikut lima efek buruk dry texting yang perlu diwaspadai.

1. Menghancurkan hubungan.

Pesan yang hambar bisa mengganggu keharmonisan dan membuat 'api' dalam hubungan semakin mengecil.

Psikolog Denitrea Vaughan mengatakan dry text bisa menghilangkan harapan tumbuhnya hubungan, baik romantis maupun persahabatan, karena tidak memberi kesempatan untuk mengenal lebih intim.

2. Menyakiti orang lain.

Menyadari bahwa seseorang tidak punya usaha yang sama dalam menjaga hubungan bisa terasa menyakitkan. Kelley menambahkan, dry text sering disalahartikan sebagai ketidakpedulian.

>>> Bahlil Ancam Tinjau RKAB Perusahaan Tambang yang Tak Pakai B50

3. Tidak terkesan profesional.

Di dunia kerja, dry texting sebaiknya dihindari. Kelley menyarankan untuk membuat pesan yang lebih bijaksana agar tidak memberi kesan tidak peduli.

4. Terkesan kasar.

Dry texting sama dengan bersikap kasar secara langsung, terutama jika lawan bicara sudah meluangkan waktu untuk mengekspresikan diri.

5. Komunikasi tidak jelas.

Tanpa nada atau ekspresi, kata-kata menjadi satu-satunya andalan. Dry texting meningkatkan risiko kesalahpahaman.

>>> Mbappe dan Dembele Cetak Gol Indah, Prancis Unggul 2-0 di Menit 66

Kelley menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dalam hubungan. Hindari dry texting agar pesan Anda tidak disalahartikan.