Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Ekonom senior Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, menilai kasus mega korupsi Febrie Adriansyah dan pertikaian antara polisi dan kejaksaan merupakan contoh sempurna kerusakan hukum di Indonesia.
Menurutnya, kedua lembaga tersebut dalam survei dipersepsikan sebagai lembaga paling korup di Indonesia dan ASEAN.
>>> BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
"Setelah terlihat kasus ini, maka simbol sebagai lembaga yang korup bukan persepsi lagi tetapi sudah menjadi kenyataan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).
Didik menjelaskan bahwa kasus ini secara tidak langsung berdampak pada ekonomi. Hukum sebagai faktor lingkungan bisnis sangat memengaruhi kinerja ekonomi melalui perilaku ekonomi, efisiensi, investasi, dan inovasi.
Ia menegaskan bahwa kinerja ekonomi tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi seperti modal, tenaga kerja, atau teknologi, tetapi juga kualitas institusi hukum.
Negara dengan sistem hukum buruk seperti Indonesia cenderung terhambat pertumbuhan ekonominya.
"Karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini," ungkap Didik.
Teorema Coase dan Biaya Transaksi
Secara teoritis, Didik merujuk pada Teorema Coase dari pemenang Nobel Ronald Coase dalam bukunya "The Problem of Social Cost".
Hukum yang baik sebagai institusi akan mengurangi biaya transaksi.
Sebaliknya, hukum yang lemah menggerogoti sistem ekonomi karena dunia usaha dihadapkan pada biaya transaksi tinggi.
Jika hukum lemah, seluruh pelaku ekonomi menjadi tidak efisien dan sulit bersaing di pasar internasional.
"Jika hukum jelas melindungi hak kepemilikan, biaya transaksi nol, dan para pihak bebas bernegosiasi maka dunia usaha mencapai hasil yang efisien tanpa banyak campur tangan pemerintah.
Update Terbaru
Kontroversi VAR: Aturan Mistaken Identity Singkirkan Swiss dari Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 13:22 WIB
Fitur Tersembunyi Claude 2026: J-Space hingga Computer Use
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Harga Cabai Rawit Rp 61.900 per Kg, Bawang Merah Turun pada 12 Juli 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Data Kejahatan Raleigh Q2 2026: Pembunuhan dan Perampokan Menurun
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Dewan Kota Charlotte Bahas Perubahan Ordinan Perlindungan Remaja
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Argentina Unggul Cepat atas Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Cara Cek PIP 2026 Online Lewat SIPINTAR, Status Penerima Bisa Dilihat Pakai NISN dan NIK
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
DPR Tak Mau Ada 'Emas Jadi Cokelat' di Kasus Febrie, Panja Siap Awasi Langsung
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
Argentina Nyaris Tersingkir, Julian Alvarez Selamatkan Lionel Messi Cs ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
IMEF Dukung Relaksasi Produksi Nikel untuk Jaga Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Minggu / 12-07-2026, 13:14 WIB
Motorola Edge 70 Max Bawa Baterai Terbesar di Keluarga Motorola
Minggu / 12-07-2026, 13:13 WIB
Putri Raiyah Yordania Diam-diam Cerai, Terungkap Usai Mantan Suami Nikah Lagi
Minggu / 12-07-2026, 13:13 WIB
IRGC Iran Kembali Tembak Kapal di Selat Hormuz
Minggu / 12-07-2026, 13:06 WIB







