Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Tetapi jika hukum rusak, negosiasi tinggi, informasi tidak sempurna, kontrak sulit ditegakkan maka dunia usaha terhambat tumbuh," jelas Didik.
>>> Wamenkomdigi Ajak Keluarga Hidupkan Budaya Menonton Bersama demi Ruang Digital Aman
Menurut Didik, dengan hukum yang hancur, tidak ada lagi kepastian hukum dan kepercayaan investor otomatis jatuh.
Ditambah kebijakan yang tidak pro pasar, bisa terjadi "vote of no confidence" yang menghambat perekonomian.
"Keadaan ini pada gilirannya akan menghambat pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kasus berat dari kerusakan institusi hukum dan kerusakan moral pimpinannya pasti akan terlihat di waktu yang akan datang dan harus diantisipasi untuk dicegah semaksimal mungkin," ungkapnya.
Didik menganalogikan sistem hukum Indonesia seperti metafora ikan busuk dari kepala.
Kasus Febrie adalah puncak kerusakan hukum, di mana aparat penegak hukum seharusnya menjadi pilar kepastian hukum dan pemberantas korupsi.
"Tetapi drama yang kita lihat mereka menjadi aktor utamanya, korup sekorup-korupnya. Presiden Prabowo mendapat ujian yang berat dalam masalah hukum dan dampaknya terhadap ekonomi.
Hukum di Indonesia berada di simpang jalan dan sedang dipertaruhkan reputasi dan kredibilitasnya, baik institusi maupun pemimpinnya," terang Didik.
Ia menekankan bahwa konflik aparat penegak hukum ini merupakan ancaman serius bagi negara hukum dan ekonomi Indonesia, termasuk bagi kepemimpinan Presiden Prabowo.
Penyelesaian persoalan ini tidak boleh berhenti pada sanksi administratif pengunduran diri atau pembuktian benar salah individu tertentu.
"Yang lebih mendesak adalah memulihkan kewibawaan negara hukum, memastikan bahwa tidak ada lembaga penegak hukum yang berada di atas hukum dan mengembalikan kepemimpinan hukum yang bersih.
>>> Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua
Karena itu, presiden dengan keberanian dan tekad yang kuat harus melakukan pembersihan pada kedua lembaga tersebut," pungkas Didik.
Update Terbaru
Jackpot Mega Millions Tembus 637 Juta Dolar AS Setelah Rollover
Minggu / 12-07-2026, 14:28 WIB
Senator AS Lindsey Graham Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 14:28 WIB
NBC Tayangkan Ulang Episode Harry Styles di SNL Selama Hiatus
Minggu / 12-07-2026, 14:28 WIB
Riot Games Resmi Luncurkan Mode Klasik League of Legends
Minggu / 12-07-2026, 14:28 WIB
Final Wimbledon: Jannik Sinner vs Alexander Zverev Perebutkan Gelar
Minggu / 12-07-2026, 14:26 WIB
Senator AS Lindsey Graham Meninggal Mendadak di Usia 71
Minggu / 12-07-2026, 14:26 WIB
Di Tengah Perang, Pembuat Anggur Ukraina Terus Merawat Harapan
Minggu / 12-07-2026, 14:26 WIB
Main Mobile Legends di HP 1 Jutaan, Mungkinkah Tembus 100 FPS?
Minggu / 12-07-2026, 14:22 WIB
PU Genjot Peningkatan Jalan Banda Neira 12,65 Km, Perkuat Logistik Pala dan Pariwisata
Minggu / 12-07-2026, 14:22 WIB
Mengungkap Kepalsuan Sepuluh Tahun Kasus Arbitrase Laut China Selatan
Minggu / 12-07-2026, 14:22 WIB
Polisi Ohio Tewas, Empat Lainnya Terluka dalam Baku Tembak Saat Tangani Panggilan Gangguan
Minggu / 12-07-2026, 14:21 WIB
Senator AS Lindsey Graham Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 14:21 WIB
Ide Hadiah Unik untuk Rayakan World Emoji Day
Minggu / 12-07-2026, 14:21 WIB
Drama Air Mata dan Kontroversi VAR: Kisah Pengusiran Breel Embolo yang Mengubur Mimpi Swiss di Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 14:18 WIB







