Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen hingga akhir 2026.

Hal itu disampaikan dalam World Economic Outlook (WEO) Update edisi Juli 2026 yang bertajuk 'Global Economy in Crosscurrents of War and Technology'.

>>> Haji Isam dan Boy Thohir Hadiri IPO RANS Entertainment Raffi Ahmad

Proyeksi ini tidak berubah dari outlook edisi April 2026.

IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3 persen pada 2026 dan 3,4 persen pada 2027.

Tahun ini, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi lebih rendah dibandingkan catatan tahun lalu yang mencapai 3,5 persen.

IMF melihat risiko inflasi dunia akan semakin memanas pada 2026, yang bisa menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Inflasi utama global telah direvisi naik menjadi 4,7 persen tahun ini, sementara perkiraan inflasi inti umumnya tidak berubah.

>>> Rudi Garcia Kirim Peringatan ke Spanyol, Belgia Siap 'Meledak' di Perempat Final Piala Dunia 2026

IMF menyebut tren disinflasi yang berlangsung sejak awal 2024 telah terhenti.

Meskipun demikian, ekonomi dunia dinilai telah mengatasi guncangan akibat perang lebih baik dari yang dikhawatirkan.

Lonjakan harga minyak yang lebih besar dapat dihindari berkat pengurangan persediaan, peningkatan produksi di luar Teluk, dan tindakan mengurangi permintaan minyak.

Peningkatan pangsa energi terbarukan dan intensitas energi yang lebih rendah juga membuat banyak ekonomi lebih tangguh.

IMF mengasumsikan Selat Hormuz mulai dibuka kembali pada pertengahan Juli, dengan kondisi kembali normal seperti sebelum perang pada Maret 2027.

>>> Calon Kuat PM Inggris Bela Palestina, Janji Tekan Israel soal Gaza

Asumsi harga komoditas didasarkan pada harga pasar per 10 Juni, yang menyiratkan harga minyak rata-rata US$89 per barel untuk 2026.