Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong keluarga Indonesia untuk menghidupkan kembali budaya menonton bersama.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.

>>> Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua

Menurut Nezar, pengalaman menonton bersama tidak hanya mempererat hubungan antaranggota keluarga. Kegiatan itu juga menjadi sarana pendampingan orang tua dalam mengenalkan konten yang sesuai bagi anak.

"Di tengah disrupsi teknologi, pengalaman menonton perlahan menjadi semakin individual.

Gadget membuat kita menikmati berbagai hal sendirian, bahkan ketika keluarga berkumpul di meja makan, sering kali masing-masing sibuk dengan perangkatnya sendiri.

Karena itu, budaya menonton bersama menjadi penting untuk mengembalikan kedekatan dalam keluarga," ujar Nezar dalam acara Netflix Family Festival 2026 World of Wonder di Jakarta Pusat, dikutip Minggu (12/7/2026).

Nezar menjelaskan bahwa kebiasaan menonton bersama atau co-viewing memiliki nilai lebih besar dari sekadar hiburan.

Melalui kebersamaan itu, orang tua dapat berdialog dengan anak, memberikan penjelasan atas tayangan, dan menanamkan nilai-nilai positif.

"Di situlah proses edukasi berlangsung.

Menonton bersama menjadi ruang interaksi keluarga yang mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak," tuturnya.

Sejalan dengan PP TUNAS

Konsep co-viewing juga sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi itu bertujuan memastikan anak memperoleh pengalaman digital yang aman melalui pembatasan akses berdasarkan usia dan penyediaan konten sesuai tahap perkembangan.

>>> Nam Joo Hyuk Alami 'Keracunan Air' Saat Syuting Drakor The East Palace