Indonesia mengambil peran strategis dalam pembentukan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) dunia.

Dalam forum perdana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara khusus membahas tata kelola AI, Indonesia mendorong agar perlindungan anak menjadi salah satu prinsip utama dalam penyusunan aturan AI global.

>>> Wamendikti Luruskan Isu 60 Ribu Calon Maba Tak Daftar Ulang Akibat UKT

Usulan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada forum yang digelar di Jenewa, Swiss.

Meutya Hafid menekankan pentingnya koalisi global untuk melindungi anak-anak dari risiko yang ditimbulkan oleh perkembangan AI.

Ia menyebut bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam setiap kebijakan terkait AI.

Forum PBB ini merupakan pertemuan pertama yang secara spesifik membahas tata kelola AI di tingkat global.

>>> Ahli Kunci Dibawa Polisi Bongkar Brankas Berisi Emas 74 Kg di Sentul

Indonesia hadir untuk memastikan bahwa aspek perlindungan anak tidak terlewatkan dalam kerangka regulasi AI internasional.

Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendorong pengembangan AI yang bertanggung jawab dan beretika.

Dengan usulan ini, Indonesia berharap dapat menjadi pionir dalam membangun kesadaran global akan pentingnya melindungi anak dari dampak negatif AI.

>>> Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS Sore Ini

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara dan organisasi internasional yang membahas masa depan tata kelola AI.